Showing posts with label nama gubernur dan wakil gubernur jawa tengah 2017. Show all posts
Showing posts with label nama gubernur dan wakil gubernur jawa tengah 2017. Show all posts

Ganjar Pranowo Bersama Gus Yasin

7:57 PM
Nama Ganjar Pranowo sebagai calon Ganjar Pranowo Gus Yasin petahana dari PDIP masih kuat hingga saat ini. Dengan kekuatan partai berlambang moncong putih yang terbilang digdaya di Jawa Tengah, Ganjar atau siapapun juga yang nantinya akan memegang rekomendasi dari Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri, diprediksi akan kembali memegang kekuasaan.
Sejauh ini, Ganjar harus bersaing memperebutkan rekomendasi bersama tiga nama bakal calon Ganjar Pranowo Gus Yasin lainnya di kandang banteng, yakni Musthofa (bupati Kudus), Wardoyo Wijaya (bupati Sukoharjo), dan Sunarna (mantan bupati Klaten).
Berdasarkan 100 kursi di DPRD Jateng, PDIP (31 kursi), PKB (13 kursi), Gerindra (11 kursi), PKS (10 kursi), Golkar (10 kursi), Demokrat (9 kursi), PAN (8 kursi), PPP (8 kursi). Dari modal itu, hanya PDIP yang bisa mengusung cagub-cawagub tanpa harus berkoalisi. Namun, melihat konstelasi pilgub di daerah lain. Di Jateng, PDIP kemungkinan besar akan mendapat dukungan dari sejawatnya di partai koalisi pendukung pemerintah, Nasdem dan Hanura.
Maka, siapa nama yang akan mendapat rekomendasi Megawati, hingga kini belum ada yang tahu. Boleh dibilang, hanya "Ibu Mega" dan Tuhan yang tahu.
Peraturan KPU Nomor 9 Tahun 2016 tentang pencalonan dalam Pilkada, mengatur bahwa partai politik atau gabungan partai politik bisa mencalonkan jika punya paling sedikit 20 persen kursi di DPRD, atau 25 persen dari suara sah di pileg terakhir.
Sedangkan calon dari partai lain yang sudah muncul adalah mantan Menteri ESDM  Sudirman Said dan Wakil Ketua DPP Gerindra Ferry Juliantono, yang bakal maju dari Partai Gerindra. Dengan jumlah 11 kursi, Gerindra harus berkoalisi dengan partai lain. Sejauh ini, PPP, PKS dan PAN masih menimbang-nimbang dan memberi sinyal berkoalisi dengan Gerindra.
Sementara itu, calon lain yang mengemuka adalah nama Marwan Jafar. Mantan Menteri Desa dan PDT ini dicalonkan partainya PKB. Namun dengan jumlah kursi hanya 13, seperti Gerindra, PKB harus berkoalisi dengan partai lain. Hingga kini, belum ada kabar partai yang akan berkoalisi dengan PKB.
Demokrat sendiri sudah memberi sinyal akan merapat ke PDIP, sedangkan Golkar sejauh ini belum bersikap. Namun, sebanyak 35 DPD II sudah menyatakan dukungan kepada Wisnu Suhardono yang kini menjabat Ketua DPD I Golkar Jateng untuk maju sebagai cagub.
Jika dipetakan, kemungkinan besar Pilgub Jateng akan diikuti tiga pasang bakal calon yang diusung oleh PDIP (didukung Demokrat, Nasdem, Hanura), koalisi Gerindra (bersama PKS, PAN, PPP),  serta koalisi Golkar.
Sumber : sp.beritasatu.com

Debat Kedua Cagub Jateng, Ini Program yang Akan Diadu

7:17 PM



Debat terbuka Pilgub Jawa Tengah akan digelar untuk kedua kalinya pada Kamis, 3 Mei 2018 malam. Debat yang dilaksanakan di Hotel Best Western Solo Baru, Sukoharjo, ini akan membahas pelayanan publik dan perekonomian.

Dipandu oleh presenter Aviani Malik dan Aryo Widiardi, debat juga akan menghadirkan lima panelis. KPU Jateng masih merahasiakan nama kelima panelis tersebut.

"Tema kali ini adalah pelayanan publik dan perekonomian. Gubernur Jawa Tengah Lima panelis kami tentunya expert di bidangnya," kata Komisioner KPU Jawa Tengah Divisi SDM dan Partisipasi Masyarakat, Diana Ariyanti, dalam jumpa pers di lokasi debat, Rabu (2/5/2018).

Nama panelis sengaja dirahasiakan untuk menjaga independensi serta menjaga kerahasiaan pertanyaan yang akan diajukan. KPU memastikan para panelis telah menandatangani pakta integritas.

"Panelis menandatangani pakta integritas, untuk menjaga independensi, profesionalitas, menjamin kerahasiaan materi yang disampaikan," ujar dia.

Debat Gubernur Jawa Tengah akan berlangsung selama dua jam, mulai pukul 19.30 WIB. Debat dibagi menjadi enam segmen dengan lima kali jeda iklan.

Adapun debat Pilgub Jateng diikuti oleh dua pasangan calon Pilgub Jateng. Paslon nomor 1 yakni Ganjar Pranowo-Taj Yasin serta paslon nomor 2 Sudirman Said-Ida Fauziyah.

Ganjar Pranowo Bersaing Perebutkan Rekomendasi Calon Gubernur Jawa Tengah

8:58 PM
Nama Ganjar Pranowo sebagai calon Gubernur Jawa Tengah petahana dari PDIP masih kuat hingga saat ini. Dengan kekuatan partai berlambang moncong putih yang terbilang digdaya di Jawa Tengah, Ganjar atau siapapun juga yang nantinya akan memegang rekomendasi dari Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri, diprediksi akan kembali memegang kekuasaan.
Sejauh ini, Ganjar harus bersaing memperebutkan rekomendasi bersama tiga nama bakal calon Gubernur Jawa Tengah lainnya di kandang banteng, yakni Musthofa (bupati Kudus), Wardoyo Wijaya (bupati Sukoharjo), dan Sunarna (mantan bupati Klaten).
Berdasarkan 100 kursi di DPRD Jateng, PDIP (31 kursi), PKB (13 kursi), Gerindra (11 kursi), PKS (10 kursi), Golkar (10 kursi), Demokrat (9 kursi), PAN (8 kursi), PPP (8 kursi). Dari modal itu, hanya PDIP yang bisa mengusung cagub-cawagub tanpa harus berkoalisi. Namun, melihat konstelasi pilgub di daerah lain. Di Jateng, PDIP kemungkinan besar akan mendapat dukungan dari sejawatnya di partai koalisi pendukung pemerintah, Nasdem dan Hanura.
Maka, siapa nama yang akan mendapat rekomendasi Megawati, hingga kini belum ada yang tahu. Boleh dibilang, hanya "Ibu Mega" dan Tuhan yang tahu.
Peraturan KPU Nomor 9 Tahun 2016 tentang pencalonan dalam Pilkada, mengatur bahwa partai politik atau gabungan partai politik bisa mencalonkan jika punya paling sedikit 20 persen kursi di DPRD, atau 25 persen dari suara sah di pileg terakhir.
Sedangkan calon dari partai lain yang sudah muncul adalah mantan Menteri ESDM  Sudirman Said dan Wakil Ketua DPP Gerindra Ferry Juliantono, yang bakal maju dari Partai Gerindra. Dengan jumlah 11 kursi, Gerindra harus berkoalisi dengan partai lain. Sejauh ini, PPP, PKS dan PAN masih menimbang-nimbang dan memberi sinyal berkoalisi dengan Gerindra.
Sementara itu, calon lain yang mengemuka adalah nama Marwan Jafar. Mantan Menteri Desa dan PDT ini dicalonkan partainya PKB. Namun dengan jumlah kursi hanya 13, seperti Gerindra, PKB harus berkoalisi dengan partai lain. Hingga kini, belum ada kabar partai yang akan berkoalisi dengan PKB.
Demokrat sendiri sudah memberi sinyal akan merapat ke PDIP, sedangkan Golkar sejauh ini belum bersikap. Namun, sebanyak 35 DPD II sudah menyatakan dukungan kepada Wisnu Suhardono yang kini menjabat Ketua DPD I Golkar Jateng untuk maju sebagai cagub.
Jika dipetakan, kemungkinan besar Pilgub Jateng akan diikuti tiga pasang bakal calon yang diusung oleh PDIP (didukung Demokrat, Nasdem, Hanura), koalisi Gerindra (bersama PKS, PAN, PPP),  serta koalisi Golkar.
Sumber : sp.beritasatu.com

Gubernur Jawa Tengah Tetap Bekerja Saat Kampanye

6:05 PM
Pada hari pertama kampanye, Calon Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo memilih tetap bekerja dibanding mendulang dukungan. Ia mengunjungi sejumlah sentra usaha rakyat dan menerima pengaduan masyarakat.

Ganjar meninjau biohidrolis Kapal Selam di Langse, Banyuurip, Margorejo, Pati, Kamis (15/2) lalu. Kedatangannya disambut ratusan warga. Sejumlah orang masih memanggilnya dengan sebutan Gubernur Jawa Tengah. “Nyuwun foto pak gub,” kata salah satu perempuan.

Menurut Ganjar, biohidrolis Kapal Selam karya Sobri itu adalah bentuk kesinambungan dalam dunia pertanian. Dimulai dari pemanfaatan limbah dan kotoran binatang, kemudian difermentasi hingga menghasilkan gas yang berguna sebagai sumber energi.

“Ini kan teknologi sederhana yang dimodifikasi tapi manfaatnya sangat besar. Bisa untuk menarik air di lahan kritis, bisa untuk gas masak, dan energi lain,” jelasnya.

Ganjar juga kagum dengan traktor karya warga Pati yang didesain khusus agar bisa sekaligus mengatur sistem irigasi di lahan pertanian. Dengan sistem tersebut, maka bibit serta tanah tidak akan terbawa air kala hujan deras.

“Ini langsung saya Vlog, biar semua tahu dan bisa menjadi inspirasi bagi petani di daerah lain. Begini cara kampanye zaman now, masak masih dengan cara-cara zaman old,” tegasnya.

Inovasi dan modernisasi pertanian merupakan salah satu program yang akan dibawa Ganjar pada periode kedua kepemimpinannya. Maka salah satu perhatiannya saat ini adalah mengunjungi sentra usaha pertanian rakyat yang berhasil, untuk dibuat percontohan bagi daerah lain.

“Untuk apa kita mencontoh dari luar kalau masyarakat kita sendiri memiliki inovasi bagus-bagus, salah satunya di Pati ini. Saya kumpulkan dan akan saya kembangkan di daerah lain,” katanya.

Sementara Sobri mengatakan biohidrolis Kapal Selam digunakan di dua titik. “Pertama digunakan sejak tiga tahun lalu dan mampu menghiduplan lahan 10 hektare. Sementara yang di sini adalah pengembangannya, baru tiga bulan dengan lahan seluas satu hektare,” paparnya. Tanaman yang ada di lahan tersebut di antaranya ketela, jagung, cabai.

Dengan teori Kapal Selam, lanjutnya, petani tidak perlu khawatir kekurangan air karena kekuatan energinya mampu mengangkat air dari kedalaman 70 meter. Selain itu, kemampuan listriknya juga mumpuni, bahkan bisa digunakan untuk kegiatan pentas seni dan perayaan panen raya.

Kedatangan Ganjar juga disambut ratusan relawan Dulur Ganjar Pati (DGP). Ganjar mengatakan Dulur Ganjar adalah komunitas yang ada sejak 2013, ketika pertama kali mencalonkan diri menjadi Gubernur Jawa Tengah. “Dulur Ganjar itu sudah ada sejak 2013. Dan sejak berdiri hingga saat ini terus bergerak dan berkarya dalam segala bidang, termasuk di pertanian ini,” ujarnya.

Selain itu, malam harinya, Ganjar menghadiri Perayaan Tahun Baru Imlek di Gedung Balai Kedamaian Lasem, Rembang. Kemudian Ganjar menginap di rumah warga yang ada di sekitar Makam RA Kartini.
(sumber : masganjar.id)

Gubernur Jawa Tengah Menginap di Rumah Warga

6:05 AM
Pada hari pertama kampanye, Calon Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo memilih tetap bekerja dibanding mendulang dukungan. Ia mengunjungi sejumlah sentra usaha rakyat dan menerima pengaduan masyarakat.

Ganjar meninjau biohidrolis Kapal Selam di Langse, Banyuurip, Margorejo, Pati, Kamis (15/2) lalu. Kedatangannya disambut ratusan warga. Sejumlah orang masih memanggilnya dengan sebutan Gubernur Jawa Tengah. “Nyuwun foto pak gub,” kata salah satu perempuan.

Menurut Ganjar, biohidrolis Kapal Selam karya Sobri itu adalah bentuk kesinambungan dalam dunia pertanian. Dimulai dari pemanfaatan limbah dan kotoran binatang, kemudian difermentasi hingga menghasilkan gas yang berguna sebagai sumber energi.

“Ini kan teknologi sederhana yang dimodifikasi tapi manfaatnya sangat besar. Bisa untuk menarik air di lahan kritis, bisa untuk gas masak, dan energi lain,” jelasnya.

Ganjar juga kagum dengan traktor karya warga Pati yang didesain khusus agar bisa sekaligus mengatur sistem irigasi di lahan pertanian. Dengan sistem tersebut, maka bibit serta tanah tidak akan terbawa air kala hujan deras.

“Ini langsung saya Vlog, biar semua tahu dan bisa menjadi inspirasi bagi petani di daerah lain. Begini cara kampanye zaman now, masak masih dengan cara-cara zaman old,” tegasnya.

Inovasi dan modernisasi pertanian merupakan salah satu program yang akan dibawa Ganjar pada periode kedua kepemimpinannya. Maka salah satu perhatiannya saat ini adalah mengunjungi sentra usaha pertanian rakyat yang berhasil, untuk dibuat percontohan bagi daerah lain.

“Untuk apa kita mencontoh dari luar kalau masyarakat kita sendiri memiliki inovasi bagus-bagus, salah satunya di Pati ini. Saya kumpulkan dan akan saya kembangkan di daerah lain,” katanya.

Sementara Sobri mengatakan biohidrolis Kapal Selam digunakan di dua titik. “Pertama digunakan sejak tiga tahun lalu dan mampu menghiduplan lahan 10 hektare. Sementara yang di sini adalah pengembangannya, baru tiga bulan dengan lahan seluas satu hektare,” paparnya. Tanaman yang ada di lahan tersebut di antaranya ketela, jagung, cabai.

Dengan teori Kapal Selam, lanjutnya, petani tidak perlu khawatir kekurangan air karena kekuatan energinya mampu mengangkat air dari kedalaman 70 meter. Selain itu, kemampuan listriknya juga mumpuni, bahkan bisa digunakan untuk kegiatan pentas seni dan perayaan panen raya.

Kedatangan Ganjar juga disambut ratusan relawan Dulur Ganjar Pati (DGP). Ganjar mengatakan Dulur Ganjar adalah komunitas yang ada sejak 2013, ketika pertama kali mencalonkan diri menjadi Gubernur Jawa Tengah. “Dulur Ganjar itu sudah ada sejak 2013. Dan sejak berdiri hingga saat ini terus bergerak dan berkarya dalam segala bidang, termasuk di pertanian ini,” ujarnya.

Selain itu, malam harinya, Ganjar menghadiri Perayaan Tahun Baru Imlek di Gedung Balai Kedamaian Lasem, Rembang. Kemudian Ganjar menginap di rumah warga yang ada di sekitar Makam RA Kartini.
(sumber : masganjar.id)