Showing posts with label ganjar pranowo ganteng. Show all posts
Showing posts with label ganjar pranowo ganteng. Show all posts

Pak Ganjar Pranowo Jateng Terapkan Sistem Informasi Desa Tahun Ini

4:20 PM
"Apakah nanti basisnya website atau aplikasi, pokoknya harus ada sistem informasi desa," kata Gubernur Jawa Tengah Info Ganjar Pranowo saat meninjau pemanfaatan aplikasi Sistem Informasi Desa di Desa Madukara, Kecamatan Madukara, Kabupaten Banjarnegara, Rabu.

Ganjar menjelaskan bahwa perangkat lunak sistem informasi desa yang akan diterapkan di seluruh desa di Jateng tersebut merupakan bantuan dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan Jawa Tengah.


"Sekarang kita lagi 'mereview' untuk di Jateng agar kompatibel dengan seluruh desa termasuk nomenklaturnya, mudah-mudahan pertengahan tahun ini sudah selesai," ujar politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan itu.


Menurut Ganjar, sebagian perangkat desa di sejumlah daerah seperti Kabupaten Kebumen, Kendal, dan Wonogiri telah mengikuti pelatihan terkait dengan penerapan sistem informasi desa.


"Ini sifatnya masih inisiatif dari desa ke desa dan disinyalir banyak desa yang menyiapkannya sendiri-sendiri sehingga saya khawatir nanti mengonsolidasikannya tidak sama," katanya.


Dalam kesempatan tersebut, Info Ganjar Pranowo mengapresiasi Desa Madukara yang berhasil membuat website berisi berbagai informasi mengenai desa setempat sejak 2015.


"Website Desa Madukara menampilkan data riil kemiskinan dan pengangguran, bahkan datanya lebih maju dari milik BPS karena sudah diverifikasi berdasar kondisi sosiologis desa," ujarnya.

Ganjar Pranowo Jateng Terapkan Sistem Informasi Desa Tahun Ini

4:19 PM


"Apakah nanti basisnya website atau aplikasi, pokoknya harus ada sistem informasi desa," kata Gubernur Jawa Tengah Info Ganjar Pranowo saat meninjau pemanfaatan aplikasi Sistem Informasi Desa di Desa Madukara, Kecamatan Madukara, Kabupaten Banjarnegara, Rabu.

Ganjar menjelaskan bahwa perangkat lunak sistem informasi desa yang akan diterapkan di seluruh desa di Jateng tersebut merupakan bantuan dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan Jawa Tengah.


"Sekarang kita lagi 'mereview' untuk di Jateng agar kompatibel dengan seluruh desa termasuk nomenklaturnya, mudah-mudahan pertengahan tahun ini sudah selesai," ujar politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan itu.


Menurut Ganjar, sebagian perangkat desa di sejumlah daerah seperti Kabupaten Kebumen, Kendal, dan Wonogiri telah mengikuti pelatihan terkait dengan penerapan sistem informasi desa.


"Ini sifatnya masih inisiatif dari desa ke desa dan disinyalir banyak desa yang menyiapkannya sendiri-sendiri sehingga saya khawatir nanti mengonsolidasikannya tidak sama," katanya.


Dalam kesempatan tersebut, Info Ganjar Pranowo mengapresiasi Desa Madukara yang berhasil membuat website berisi berbagai informasi mengenai desa setempat sejak 2015.


"Website Desa Madukara menampilkan data riil kemiskinan dan pengangguran, bahkan datanya lebih maju dari milik BPS karena sudah diverifikasi berdasar kondisi sosiologis desa," ujarnya.

Anak Ganjar Pranowo Ingin Punya Adik Ini Tanggapan Ganjar

4:10 PM
Anak semata wayang Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Muhammad Zinedine Alam Ganjar, bercita-cita lebih sukses dari sang ayah.

Siswa kelas 6 yang biasa dipanggil Alam itu kemudian menyebut sederet cita-cita yang ingin direngkuhnya, seperti menjadi Sekretaris Jenderal PBB, pemimpin Unicef, atau presiden. "Ya pokoknya itu cita-citanya," ujar Alam, yang ditemui usai pelantikan ayahnya menjadi Gubernur Jateng, di Semarang, Jumat (23/8/2013).

Alam sendiri mengaku saat ini populer sejak ayahnya terpilih menjadi gubernur. Apalagi setelah dia pindah sekolah dan masuk sebagai siswa kelas 6 di SD Hj Isriati Semarang. "Ya jadi gampang populer, banyak teman yang bilang 'ooo... itu anaknya gubernur', gitu," kata dia.

Ia bercerita, ada teman ataupun Berita Ganjar Pranowo yang langsung meminta foto saat pertama kali sekolah. Ada juga yang hanya melihatnya. Ia pun mengaku tidak mempermasalahkan itu dan tetap bangga pada sang ayah.

Alam, panggilan akrabnya, merupakan pindahan dari SD Negeri Rawajati 08 Jakarta. Ia juga mengaku senang ayahnya bisa dilantik dan mendapat amanah sebagai Gubernur Jawa Tengah.

Alam mengatakan dirinya tidak akan protes jika nanti sang ayah akan jauh lebih sibuk seperti sebelumnya. "Nggak papa sibuk, kan demi negara juga. Semoga ayah bisa menjadi yang terbaik dan bisa nepatin janjinya," ujarnya.

Berita Ganjar Pranowo Bocah yang dikenal ramah dan suka bercanda itu mengaku yakin ayahnya tetap memiliki waktu bersama keluarga. "Pasti kalau ada waktu bisa bareng-bareng. Kemana gitu, trus makan bareng," kata bocah yang mengaku ingin punya adik supaya ada yang menemaninya.

Berita Ganjar Pranowo Tentang Anaknya Ingin Punya Adik

4:10 PM

Anak semata wayang Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Muhammad Zinedine Alam Ganjar, bercita-cita lebih sukses dari sang ayah.

Siswa kelas 6 yang biasa dipanggil Alam itu kemudian menyebut sederet cita-cita yang ingin direngkuhnya, seperti menjadi Sekretaris Jenderal PBB, pemimpin Unicef, atau presiden. "Ya pokoknya itu cita-citanya," ujar Alam, yang ditemui usai pelantikan ayahnya menjadi Gubernur Jateng, di Semarang, Jumat (23/8/2013).

Alam sendiri mengaku saat ini populer sejak ayahnya terpilih menjadi gubernur. Apalagi setelah dia pindah sekolah dan masuk sebagai siswa kelas 6 di SD Hj Isriati Semarang. "Ya jadi gampang populer, banyak teman yang bilang 'ooo... itu anaknya gubernur', gitu," kata dia.

Ia bercerita, ada teman ataupun Berita Ganjar Pranowo yang langsung meminta foto saat pertama kali sekolah. Ada juga yang hanya melihatnya. Ia pun mengaku tidak mempermasalahkan itu dan tetap bangga pada sang ayah.

Alam, panggilan akrabnya, merupakan pindahan dari SD Negeri Rawajati 08 Jakarta. Ia juga mengaku senang ayahnya bisa dilantik dan mendapat amanah sebagai Gubernur Jawa Tengah.

Alam mengatakan dirinya tidak akan protes jika nanti sang ayah akan jauh lebih sibuk seperti sebelumnya. "Nggak papa sibuk, kan demi negara juga. Semoga ayah bisa menjadi yang terbaik dan bisa nepatin janjinya," ujarnya.

Berita Ganjar Pranowo Bocah yang dikenal ramah dan suka bercanda itu mengaku yakin ayahnya tetap memiliki waktu bersama keluarga. "Pasti kalau ada waktu bisa bareng-bareng. Kemana gitu, trus makan bareng," kata bocah yang mengaku ingin punya adik supaya ada yang menemaninya.

Berita Ganjar Pranowo - Ganjar Minta Masyarakan Lapor Jika Ada Praktik Jual Beli Jabatan

8:00 PM
Berita Ganjar Pranowo - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta kepada masyarakat menyampaikan laporan jika menemukan adanya praktik jual beli jabatan.


https://marloushamburger.blogspot.com/2018/02/berita-ganjar-pranowo-ganjar-minta-masyarakat-lapor.html

"Jika menemukan adanya jual beli jabatan laporkan saja. Saya ingatkan sudah banyak kabupaten/kota yang diintip karena semua orang bisa cerita keluar dan itu bukan tidak didengar orang lain," katanya di Magelang, Senin (9/1/2017).

Ganjar mengatakan, hal tersebut setelah memberikan pengarahan dalam rapat koordinasi yang dihadiri seluruh bupati/wali kota dan wakil bupati/wakil wali kota se-Jateng di Hotel Atria, Kota Magelang.

Selain dihadiri bupati/wali kota dan wakil bupati/wakil wali kota se-Jateng, hadir pula seluruh Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Pemprov Jateng.

Ganjar mengatakan masing-masing bupati/wali kota se-Jateng untuk segera memperbaiki masing-masing. Kejadian operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Kebumen dan Klaten untuk dijadikan pengalaman.

Menurut dia, pertemuan dilakukan pada bulan ini mengingat para kepala daerah belum sibuk menggunakan anggaran.

Pasca-kejadian OTT di Kebumen dan Klaten, pihaknya langsung melakukan koordinasi dengan seluruh kepala daerah dari 35 kabupaten/kota tersebut.

"Kejadian OTT di dua tempat, menurut saya kita malu. Akan segera kita konsolidasikan teman-teman, bagaimana sikapnya, ternyata dari sikap teman-teman luar biasa, berani blak-blakan. Ada beberapa titik penting harus diperbaiki," katanya.

Ganjar menyebutkan, ada dua hal yang perlu diperbaiki, yakni satu terkait sistem manajemen internal dan butuh keberanian dari seorang pemimpin. Keberanian tersebut bukan sekadar berani nekat, namun berani memberi contoh.

"Titik-titik yang rawan korupsi mereka sudah tahu. Nah ini judul saya, kita tobat sekarang, atau habis sekarang. Dari masukan-masukannya akhirnya bagus, ternyata pilihannya seperti tobat, tapi tobatnya tidak cukup dengan keputusan ini, tapi harus melibatkan DPRD, penegak hukum sehingga semuanya bisa berjalan dengan fair," katanya. (Antara)


Sumber : jateng.tribunnews.com