Showing posts with label agenda gubernur jawa tengah. Show all posts
Showing posts with label agenda gubernur jawa tengah. Show all posts

Berita Calon Gubernur Ganjar Pranowo Titipkan Rumah Dinasnya Selagi Cuti

7:46 PM


Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo membawa sejumlah baju saat resmi meninggalkan rumah dinas Puri Gedeh di Semarang, Rabu (14/2/2018).

Bersama istri Siti Atiqoh dan anaknya, Zinedine Alam, Ganjar meninggalkan rumah asri yang telah dihuni selama 4,5 tahun itu.

Berita Ganjar Pranowo meninggalkan rumah dinas itu dihadiri ratusan orang, baik dari keluarga, simpatisan, kader hingga para birokrat Jawa Tengah.

Sejumlah pejabat teras Pemprov Jateng ikut melepas Berita Ganjar Pranowo untuk menjalani masa kampanye. Mereka di antaranya Sekretaris Daerah Sri Puryono, para asisten, kepala dinas hingga kepala biro.

"Selama 4,5 tahun menjabat kalau ada salah saya minta maaf. Tapi saya titip selagi cuti, awasi pemerintahan kami agar tidak korupsi, agar pelayanan tetap cepat, birokrasi berjalan baik," kata Ganjar sesat sebelum meninggalkan rumah dinas.

Politisi 49 tahun ini meninggalkan Puri Gedeh lantaran kembali mencalonkan diri sebagai gubernur untuk periode kedua. Sesuai ketentuan, kepala daerah yang mencalonkan harus cuti di luar tanggungan negara serta meninggalkan fasilitas yang melekat, termasuk rumah dinas.

Dalam Berita Ganjar Pranowo itu, Ganjar lebih banyak meminta maaf kepada orang-orang terdekatnya, terutama yang bersinggungan setiap hari di rumah dinas. Ia minta maaf kepada para pelayan, juru masak, pihak protokoler, Satpol PP hingga tukang kebun yang membersihka rumah dinas setiap hari.

Ucapan maaf disampaikan melalui sebuah puisi. "Protokoler, kebersihan, sopir, saya mohon maaf betul," ucap Ganjar yang saat itu mengenakan kaus oblong putih.

Setelah mengucap pesan singkat, mantan anggota DPR RI ini menyalami seluruh tamu yang datang. Dia pun membawa segepok baju batik untuk dimasukkan ke mobil pribadinya, Pajero Sport nomor polisi H 384 T.

Bersama istri dan anaknya, mereka menuju rumah kontrakan di daerah Jalan Tengger Barat Raya Nomor 1, Kelurahan Gajahmungkur, Kota Semarang.

Rumah kontrakan tersebut disewa seharga mobil Avanza bekas. Rumah itu juga bakal dijadikan salah satu markas tim pemenangan kampanye pasangan Ganjar-Yasin.

Pengumuman Calon Gubernur Jateng Ganjar Pranowo 2018

5:27 PM
Partai Demokrat pasangan Ganjar Pranowo Cagub Jateng dan Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin) dalam Pilkada Jawa Tengah 2018.
Pengumuman disampaikan langsung oleh Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono, Minggu (7/1/2018) sore.

"Jawa Tengah. Kami mengusung pasangan Ganjar Pranowo Cagub Jateng. Cawagubnya Saudara Taj Yasin Maimoen Anggota DPRD Jateng," ujar SBY saat mengumumkan 17 pasangan cagub-cawagub Pilkada Serentak 2018 di Wisma Proklamasi 41, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (7/1/2018).

Terkait hal tersebut, Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Hinca Panjaitan menjelaskan sejumlah pertimbangan yang melatari dukungan tersebut.

Menurutnya, Jateng memang menjadi satu dari dua daerah yang paling terakhir diputuskan.

Hinca menuturkan, dirinya berkomunikasi secara intensif dengan Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Hasto Kristiyanto dalam beberapa jam terakhir sebelum pengambilan keputusan.

Sebelum pembahasan soal Jateng, keduanya membahas soal Pilgub Kalimantan Barat. Di daerah tersebut, PDI-P dan Demokrat telah 10 tahun berkoalisi.

"Di Kalbar selama 10 tahun, duet mesra PDI-P dan demokrat berlangsung. Berdasarkan pengalaman itu kami sepakat untuk melanjutkan kemesraan itu, karena itu cagubnya ibu Caroline dari PDIP-P dan wakilnya Gidon dari DPD Demokrat Kalbar," tuturnya.

Bersamaan dengan itu, dua partai bersepakat berkoalisi juga di Jawa Tengah. Hinca menambahkan, hal itu sekaligus membuktikan bahwa PDI-P dan Demokrat juga bisa bekerja sama mendukung pasangan calon yang sama.

"Ini sekaligus membuktikan Demokrat bisa bekerja sama dengan siapa saja termasuk PDI Perjuangan," kata mantan Pelaksana Tugas Ketua Umum PSSI itu.

Di samping itu, mengenai status Ganjar Pranowo Cagub Jateng yang kerap dikaitkan dengan kasus korupsi proyek e-KTP, Hinca mengaku sudah membahasnya panjang lebar, baik dengan Hasto maupun langsung kepada Ganjar. Dari keduanya, Hinca mendapatkan kepastian bahwa Ganjar bersih dari tuduhan tersebut.

"Saya telepon sendiri Ganjar semalam. Menanyakan itu, clear. Dan kami dukung," ucap dia.

(sumber : KOMPAS.com)

Berita Ganjar Pranowo Titipkan Rumah Dinasnya Selagi Cuti

6:40 PM
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo membawa sejumlah baju saat resmi meninggalkan rumah dinas Puri Gedeh di Semarang, Rabu (14/2/2018).

Bersama istri Siti Atiqoh dan anaknya, Zinedine Alam, Ganjar meninggalkan rumah asri yang telah dihuni selama 4,5 tahun itu.

Berita Ganjar Pranowo meninggalkan rumah dinas itu dihadiri ratusan orang, baik dari keluarga, simpatisan, kader hingga para birokrat Jawa Tengah.

Sejumlah pejabat teras Pemprov Jateng ikut melepas Berita Ganjar Pranowo untuk menjalani masa kampanye. Mereka di antaranya Sekretaris Daerah Sri Puryono, para asisten, kepala dinas hingga kepala biro.

"Selama 4,5 tahun menjabat kalau ada salah saya minta maaf. Tapi saya titip selagi cuti, awasi pemerintahan kami agar tidak korupsi, agar pelayanan tetap cepat, birokrasi berjalan baik," kata Ganjar sesat sebelum meninggalkan rumah dinas.

Politisi 49 tahun ini meninggalkan Puri Gedeh lantaran kembali mencalonkan diri sebagai gubernur untuk periode kedua. Sesuai ketentuan, kepala daerah yang mencalonkan harus cuti di luar tanggungan negara serta meninggalkan fasilitas yang melekat, termasuk rumah dinas.

Dalam Berita Ganjar Pranowo itu, Ganjar lebih banyak meminta maaf kepada orang-orang terdekatnya, terutama yang bersinggungan setiap hari di rumah dinas. Ia minta maaf kepada para pelayan, juru masak, pihak protokoler, Satpol PP hingga tukang kebun yang membersihka rumah dinas setiap hari.

Ucapan maaf disampaikan melalui sebuah puisi. "Protokoler, kebersihan, sopir, saya mohon maaf betul," ucap Ganjar yang saat itu mengenakan kaus oblong putih.

Setelah mengucap pesan singkat, mantan anggota DPR RI ini menyalami seluruh tamu yang datang. Dia pun membawa segepok baju batik untuk dimasukkan ke mobil pribadinya, Pajero Sport nomor polisi H 384 T.

Bersama istri dan anaknya, mereka menuju rumah kontrakan di daerah Jalan Tengger Barat Raya Nomor 1, Kelurahan Gajahmungkur, Kota Semarang.

Rumah kontrakan tersebut disewa seharga mobil Avanza bekas. Rumah itu juga bakal dijadikan salah satu markas tim pemenangan kampanye pasangan Ganjar-Yasin.

Pak Ganjar Pranowo Jateng Terapkan Sistem Informasi Desa Tahun Ini

4:20 PM
"Apakah nanti basisnya website atau aplikasi, pokoknya harus ada sistem informasi desa," kata Gubernur Jawa Tengah Info Ganjar Pranowo saat meninjau pemanfaatan aplikasi Sistem Informasi Desa di Desa Madukara, Kecamatan Madukara, Kabupaten Banjarnegara, Rabu.

Ganjar menjelaskan bahwa perangkat lunak sistem informasi desa yang akan diterapkan di seluruh desa di Jateng tersebut merupakan bantuan dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan Jawa Tengah.


"Sekarang kita lagi 'mereview' untuk di Jateng agar kompatibel dengan seluruh desa termasuk nomenklaturnya, mudah-mudahan pertengahan tahun ini sudah selesai," ujar politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan itu.


Menurut Ganjar, sebagian perangkat desa di sejumlah daerah seperti Kabupaten Kebumen, Kendal, dan Wonogiri telah mengikuti pelatihan terkait dengan penerapan sistem informasi desa.


"Ini sifatnya masih inisiatif dari desa ke desa dan disinyalir banyak desa yang menyiapkannya sendiri-sendiri sehingga saya khawatir nanti mengonsolidasikannya tidak sama," katanya.


Dalam kesempatan tersebut, Info Ganjar Pranowo mengapresiasi Desa Madukara yang berhasil membuat website berisi berbagai informasi mengenai desa setempat sejak 2015.


"Website Desa Madukara menampilkan data riil kemiskinan dan pengangguran, bahkan datanya lebih maju dari milik BPS karena sudah diverifikasi berdasar kondisi sosiologis desa," ujarnya.

Ganjar Pranowo Jateng Terapkan Sistem Informasi Desa Tahun Ini

4:19 PM


"Apakah nanti basisnya website atau aplikasi, pokoknya harus ada sistem informasi desa," kata Gubernur Jawa Tengah Info Ganjar Pranowo saat meninjau pemanfaatan aplikasi Sistem Informasi Desa di Desa Madukara, Kecamatan Madukara, Kabupaten Banjarnegara, Rabu.

Ganjar menjelaskan bahwa perangkat lunak sistem informasi desa yang akan diterapkan di seluruh desa di Jateng tersebut merupakan bantuan dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan Jawa Tengah.


"Sekarang kita lagi 'mereview' untuk di Jateng agar kompatibel dengan seluruh desa termasuk nomenklaturnya, mudah-mudahan pertengahan tahun ini sudah selesai," ujar politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan itu.


Menurut Ganjar, sebagian perangkat desa di sejumlah daerah seperti Kabupaten Kebumen, Kendal, dan Wonogiri telah mengikuti pelatihan terkait dengan penerapan sistem informasi desa.


"Ini sifatnya masih inisiatif dari desa ke desa dan disinyalir banyak desa yang menyiapkannya sendiri-sendiri sehingga saya khawatir nanti mengonsolidasikannya tidak sama," katanya.


Dalam kesempatan tersebut, Info Ganjar Pranowo mengapresiasi Desa Madukara yang berhasil membuat website berisi berbagai informasi mengenai desa setempat sejak 2015.


"Website Desa Madukara menampilkan data riil kemiskinan dan pengangguran, bahkan datanya lebih maju dari milik BPS karena sudah diverifikasi berdasar kondisi sosiologis desa," ujarnya.