Showing posts with label berita ganjar pranowo terbaru. Show all posts
Showing posts with label berita ganjar pranowo terbaru. Show all posts

Info Ganjar Pranowo Ditulis Dalam "Kisah Masa Kecil Ganjar Pranowo"

4:07 PM
Kisah inspiratif tentang masa kecil Info Ganjar Pranowo ditulis dalam sebuah buku berjudul Anak Negeri: Kisah Masa Kecil Ganjar Pranowo. Buku novel biografi itu diluncurkan di Dukuh Sawit RT 15 RW V Desa Kunti Kecamatan Andong, Kabupaten Boyolali, Senin (29/1/2018).

Diiringi tarian yang ditampilkan oleh para centini gunung dari Komunitas 5 Gunung, hamparan sawah yang luas dan suasana pedesaan yang asri membuat peluncuran buku itu semakin menarik. Warga desa turut hadir menyaksikan dan mendengarkan cerita tentang masa kecil orang nomor satu di Jawa Tengah itu.

Sang penulis, Gatotkoco Suroso mengatakan kisah Info Ganjar Pranowo kecil ini ditulisnya selama kurang lebih dua tahun. “Buku ini saya tulis selama dua tahun. Waktu itu istri masih ngandhut. Sewaktu lahir, saya mau nulis, anak rewel. Jadi agak lama nulisnya. Syukurannya jaraknya juga lama sekali karena mencari waktu yang pas. Kebetulan ketika saya bisa, Pak Ganjar belum bisa,” katanya.

Ia yang juga merupakan penulis buku best seller berjudul “Jokowi Si Tukang Kayu” menjelaskan kehidupan masa kecil Ganjar Pranowo yang ditulisnya merupakan kisah inspiratif bagi para pembacanya. Baik kaum muda hingga dewasa dapat belajar dari kehidupan sehari-hari Ganjar kecil yang tumbuh di tengah keluarga sederhana.

Sang ayah, Parmudji yang berprofesi sebagai polisi mendidik anak kelima dari enam bersaudara itu dengan penuh disiplin. Terlebih, ketika Ganjar mengenyam pendidikan di Yogyakarta, dia semakin dituntut untuk bisa survive di tanah rantau.

“Dengan adanya syukuran ini, mudah-mudahan buku yang saya tulis yang mengisahkan masa kecil Bapak Gubernur bisa menginspirasi generasi muda bahwa walaupun dilahirkan dari keluarga sederhana, yang pas-pasan, dengan kemauan dan kerja keras. Terbukti beliau mampu menjadi sosok seperti ini. Ini adalah inspirasi untuk anak-anak, orang tua, dan semua,” lanjutnya.

Sementara itu, Ganjar Pranowo menerangkan, sebagian besar kehidupan masa kecilnya yang ditulis oleh Gatotkaca adalah kisah nyata. “Ini 90 persen ceritanya sama, 10 persennya bunga-bunga. Mas Gatot izin kepada saya, karena ini novel, maka ada dramatisasi di beberapa titik. Ya wis ora apa-apa,” ujarnya.

Mantan anggota DPR RI itu berpendapat, salah satu kisah berkesan adalah ketika dia harus berjualan bensin untuk membantu memenuhi kebutuhan keluarga. Ganjar muda harus kulakan bensin naik angkutan kota (angkot) karena tidak memiliki kendaraan pribadi.

“Tapi angkotnya nggak mandek ning ngarep pom bensin. Bayangno ngangkat (jerigen) dhewe. Itu memberikan spirit saya. Oh iya dulu itu perjuangannya sungguh luar biasa. Saya ingat waktu itu targetnya minimal bisa dapat duit Rp 35 ribu agar semua anggota keluarga bisa makan,” kenangnya.

Gubernur berharap, tradisi menulis dapat terus dipertahankan. Sehingga generasi penerus dapat membaca kisah-kisah inspiratif melalui warisan pustaka. “Mudah-mudahan tradisi menulis dan legacy dengan buku dapat memberikan cerita tentang banyak hal,” harapnya.

Info Ganjar Pranowo membocorkan, dia tengah mempersiapkan materi untuk buku selanjutnya. Buku berikutnya akan diulas dengan alur cerita yang lebih serius.

“Buku berikutnya mungkin agak lebih serius. Agar ada yang bisa dibaca oleh publik tentang apa yang saya kerjakan dan apa yang menjadi perhatian saya. Mungkin tidak menjadi perhatian orang atau orang tidak tahu  mengapa itu terjadi. Maka kita coba dalami itu,” terangnya.

Calon Gubernur Ganjar Pranowo VS Sudirman Said Siapa Lebih Baik.?

7:54 PM
Ganjar Pranowo VS Sudirman Said - Tepatnya pada tanggal 27 Juni 2018 di 171 daerah. Partai politik mulai tampak hilir mudik sibuk mempersiapkan sang jagoan, calon masing-masing yang akan ditawarkan kepada masyarakat untuk memilihnya sebagai pemimpin daerah. Parpol siap meramaikan peseta demokrasi lokal tersebut dalam hitungan bulan akan diselenggarakan.

Ganjar Pranowo VS Sudirman Said

Tak hanya para stakeholders parpol, keramaian juga mulai ditampilkan sejumlah media massa nasional. Mereka begitu gencar memberitakan perkembangan dinamika politik yang sekaligus menggiring masyarakat luas turut tenggelam dalam uforia Pilkada.

Di berbagai sudut kota dan desa, perbicangan politik mulai ramai. Mereka meluahkan pendapat, aspirasi dan penilaiannya dengan opini-opini subyektif masing-masing.

Ganjar Pranowo VS Sudirman Said , Terkhusus di Jawa Tengah, kabar usai pengumuman Sudirman Said sebagai calon gubernur Jateng yang disampaikan Ketum Gerindra Prabowo Subianto, sontak memantik obrolan masyarakat. Boleh jadi sebagian besar warga Jateng terkejut, dan tak menyangka nama itu keluar sebagai penantang pertahana, Ganjar Pranowo. Eks Menteri ESDM, kini telah menjadi buah bibir dan pusat obrolan.

Sebagian warga menilai, sosok Sudirman Said adalah penantang sepadan Ganjar Pranowo. Di sudut lain, ada pula sebagian orang menganggap Ganjar sebagai calon yang sulit dikalahkan. Selain bertarung di kandang sendiri, keuntungan lain Ganjar ialah sudah pernah dikenal sekurang-kurangnya selama lima tahun terakhir memimpin Jawa Tengah. Soal prestasi, tentu menjadi pertimbangan warga sendiri dan hak prerogatif mereka. Masyarakat sudah cukup cerdas untuk sekadar hanya melakukan sebuah penilaian.

Sementara, di sisi lain sosok Sudirman Said tampaknya harus lebih bekerja keras. Ia tergolong sosok baru di Jawa Tengah meski putra asli Brebes. Pasalnya, Sudirman Said bertahun-tahun lamanya lebih banyak menghabiskan karirnya di pusat, Jakarta. Meski demikian, pengusung Sudirman Said dan dirinya sendiri tentu sudah memiliki pertimbangan matang, baik teknis maupun taktis. Secara politik, Sudirman Said tentu merasa beruntung karena diusung salah satu parpol besar di Indonesia dan diumumkan sendiri oleh sang pendiri Gerindra, Prabowo Subianto.

Bersamaan dengan itu, PAN dan PPP menyusul. Kedua parpol tersebut dipastikan akan berkoalisi dengan Gerindra untuk memperjuangkan kemenangan Sudirman Said. PKS masih membuka kans untuk bergabung sebagai koalisi. Golkar? NasDem?

Sejauh ini, hanya Ganjar Pranowo dan Sudiaman Said yang pasti bertarung di Jateng. Tentu saja, dinamika politik masih akan terus berubah, sekurang-kurangnya hingga Februari mendatang.

Pertarungan politik kedua sosok pemimpin Jateng ini diprediksi sengit. Kemungkinan besar, NasDem bergabung dengan PDI Perjuangan di kubu Ganjar Pranowo.

Memilih di antara dua pilihan

Sebenarnya, bukan perkara sulit untuk sekadar menjatuhkan pilihan satu di antara Ganjar dan Sudirman. Yang menjadi masalah adalah jika kedua pilihan tersebut tidak membawa kemaslahatan bagi masyarakat. Bahkan yang lebih buruk lagi, keduanya justru membawa kemudhorotan bagi warga Jateng. Lantas mesti bagaimana?

Masyarakat sebenarnya tidak buta dalam memahami kedua nama calon pemimpin tersebut. Hal ini lantaran Ganjar Pranowo dan Sudirman Said merupakan tokoh yang sudah cukup populer di kalangan masyarakat Jateng. Di level nasional pun sama populernya. Media massa juga teramat sering memberitakan terkait capaian kedua tokoh tersebut selama mengemban amanah dari masyarakat.

Secara faktual, kedua calon pemimpin Jateng tersebut mesti ingat bahwa mayoritas masyarakat yang akan dipimpin adalah wong cilik atau petani. Karenanya, kesejahteraan petani merupakan indikator terpenting dalam keberhasilan memimpin Jateng. Jika pemerintah belum bisa berdiri di posisi moderat di antara seluruh elemen masyarakat, pilihan utamanya hanya satu; dahulukan petani. Sebab, di Jateng, petani adalah mayoritas.

Dalam rekam jejak Ganjar Pranowo, masyarakat bisa menilai keberpihakan yang dilakukan pemerintahannya selama memimpin. Ambil contoh misalnya dalam kasus di Kendeng (Pati, Rembang, Kudus), Urut Sewu (Kebumen), PLTU di Batang, siapa yang menjadi korban atas kebijakan pemerintah? Sudah jelas, kaum tani yang dahulu menjadi mayoritas pendukungnya kini menjadi tumbal. Dengan begitu, masihkah ada masyarakat yang siap dijadikan tumbal di periode selanjutnya? Semoga masyarakat diberi petinjuk oleh Tuhan! Amin!

Namun begitu, di sisi lain ada satu misi yang benar-benar tercapai selama masa kepemimpinan Ganjar Pranowo; memperkokoh gotong royong guyub rukun serta tepa selira. Itu jati diri warga Jawa Tengah.

Dalam kasus Kendeng, Urut Sewu dan PLTU Batang, yang tumbuh adalah rasa kebersamaan masyarakat untuk melakukan perlawanan dan gerakan melawan satu musuh; pemerintah. Lain hal dengan cara yang kurang baik, tetapi hasilnya pemerintah mampu mewujudkan bentuk gotong royong dari masyarakatnya yang ditindas tersebut.

Singkatnya, masyarakat sudah merasakan langsung dampak dari kepemimpinan Ganjar Pranowo. Sekurang-kurangnya dalam lima tahun terakhir. Keputusan untuk kembali mempercayakan tampuk kepemimpinan ke tangan politisi PDI Perjuangan tersebut merupakan hak individu masing-masing warga Jateng. Lalu bagaimana bila masyarakat berbelok haluan dan malah mendukung saingannya?

Sudirman Said adalah tokoh yang sudah dikenal luas oleh masyarakat Indonesia. Terutama ketika menjabat sebagai menteri ESDM. Kementerian yang paling sering disebut-sebut ketika harga BBM naik, terutama di awal-awal kepemimpinan Joko Widodo-Jusuf Kalla tiga tahun silam. Begitu pun setelah-setelahnya, bahkan sampai Sudirman Said menjadi korban reshuffle kabinet Jokowi.

Nama Sudirman Said juga kembali diingat setelah Jokowi ‘keliru’ memilih penggantinya di ESDM, Archandra Tahar. Pengganti Sudirman Said ini kemudian dianulir karena belakangan diketahui memiliki status kewarganegaran ganda. Singkat kata, Sudirman Said adalah menteri paling cepat lulus dari kabinet Jokowi.

Selanjutnya, Sudirman Said kembali muncul ke hadapan publik meski sudah tak lagi menjabat di pemerintahan. Namun, ia tiba-tiba muncul sebagai tim transisi Anies Baswedan dan Sandiaga Uno di kepemimpinan DKI Jakarta. Setelah tugasnya selesai, Sudirman Said lalu muncul sebagai nama calon gubernur Jateng.

Melihat secara singkat sepak terjang Sudirman Said, siapkah warga Jateng memilihnya sebagai pemimpin menggantikan Ganjar Pranowo? Semuanya layak, tergantung ke mana keberpihakan mereka nanti ketika sudah terpilih. Barangkali sebaiknya kita tanyakan kepada wali yang terbaring di bawah bumi Jateng!


Sumber : nusantaranews.co

Info Cagub Jateng Ganjar Pranowo Ditulis Dalam "Kisah Masa Kecil Ganjar Pranowo"

3:09 PM
Kisah inspiratif tentang masa kecil Info Ganjar Pranowo ditulis dalam sebuah buku berjudul Anak Negeri: Kisah Masa Kecil Ganjar Pranowo. Buku novel biografi itu diluncurkan di Dukuh Sawit RT 15 RW V Desa Kunti Kecamatan Andong, Kabupaten Boyolali, Senin (29/1/2018).

Diiringi tarian yang ditampilkan oleh para centini gunung dari Komunitas 5 Gunung, hamparan sawah yang luas dan suasana pedesaan yang asri membuat peluncuran buku itu semakin menarik. Warga desa turut hadir menyaksikan dan mendengarkan cerita tentang masa kecil orang nomor satu di Jawa Tengah itu.

Sang penulis, Gatotkoco Suroso mengatakan kisah Info Ganjar Pranowo kecil ini ditulisnya selama kurang lebih dua tahun. “Buku ini saya tulis selama dua tahun. Waktu itu istri masih ngandhut. Sewaktu lahir, saya mau nulis, anak rewel. Jadi agak lama nulisnya. Syukurannya jaraknya juga lama sekali karena mencari waktu yang pas. Kebetulan ketika saya bisa, Pak Ganjar belum bisa,” katanya.

Ia yang juga merupakan penulis buku best seller berjudul “Jokowi Si Tukang Kayu” menjelaskan kehidupan masa kecil Ganjar Pranowo yang ditulisnya merupakan kisah inspiratif bagi para pembacanya. Baik kaum muda hingga dewasa dapat belajar dari kehidupan sehari-hari Ganjar kecil yang tumbuh di tengah keluarga sederhana.

Sang ayah, Parmudji yang berprofesi sebagai polisi mendidik anak kelima dari enam bersaudara itu dengan penuh disiplin. Terlebih, ketika Ganjar mengenyam pendidikan di Yogyakarta, dia semakin dituntut untuk bisa survive di tanah rantau.

“Dengan adanya syukuran ini, mudah-mudahan buku yang saya tulis yang mengisahkan masa kecil Bapak Gubernur bisa menginspirasi generasi muda bahwa walaupun dilahirkan dari keluarga sederhana, yang pas-pasan, dengan kemauan dan kerja keras. Terbukti beliau mampu menjadi sosok seperti ini. Ini adalah inspirasi untuk anak-anak, orang tua, dan semua,” lanjutnya.

Sementara itu, Ganjar Pranowo menerangkan, sebagian besar kehidupan masa kecilnya yang ditulis oleh Gatotkaca adalah kisah nyata. “Ini 90 persen ceritanya sama, 10 persennya bunga-bunga. Mas Gatot izin kepada saya, karena ini novel, maka ada dramatisasi di beberapa titik. Ya wis ora apa-apa,” ujarnya.

Mantan anggota DPR RI itu berpendapat, salah satu kisah berkesan adalah ketika dia harus berjualan bensin untuk membantu memenuhi kebutuhan keluarga. Ganjar muda harus kulakan bensin naik angkutan kota (angkot) karena tidak memiliki kendaraan pribadi.

“Tapi angkotnya nggak mandek ning ngarep pom bensin. Bayangno ngangkat (jerigen) dhewe. Itu memberikan spirit saya. Oh iya dulu itu perjuangannya sungguh luar biasa. Saya ingat waktu itu targetnya minimal bisa dapat duit Rp 35 ribu agar semua anggota keluarga bisa makan,” kenangnya.

Gubernur berharap, tradisi menulis dapat terus dipertahankan. Sehingga generasi penerus dapat membaca kisah-kisah inspiratif melalui warisan pustaka. “Mudah-mudahan tradisi menulis dan legacy dengan buku dapat memberikan cerita tentang banyak hal,” harapnya.

Info Ganjar Pranowo membocorkan, dia tengah mempersiapkan materi untuk buku selanjutnya. Buku berikutnya akan diulas dengan alur cerita yang lebih serius.

“Buku berikutnya mungkin agak lebih serius. Agar ada yang bisa dibaca oleh publik tentang apa yang saya kerjakan dan apa yang menjadi perhatian saya. Mungkin tidak menjadi perhatian orang atau orang tidak tahu  mengapa itu terjadi. Maka kita coba dalami itu,” terangnya.

Info Ganjar Pranowo Ditulis Dalam "Kisah Masa Kecil Ganjar Pranowo"

9:10 PM
Kisah inspiratif tentang masa kecil Info Ganjar Pranowo ditulis dalam sebuah buku berjudul Anak Negeri: Kisah Masa Kecil Ganjar Pranowo. Buku novel biografi itu diluncurkan di Dukuh Sawit RT 15 RW V Desa Kunti Kecamatan Andong, Kabupaten Boyolali, Senin (29/1/2018).

Diiringi tarian yang ditampilkan oleh para centini gunung dari Komunitas 5 Gunung, hamparan sawah yang luas dan suasana pedesaan yang asri membuat peluncuran buku itu semakin menarik. Warga desa turut hadir menyaksikan dan mendengarkan cerita tentang masa kecil orang nomor satu di Jawa Tengah itu.

Sang penulis, Gatotkoco Suroso mengatakan kisah Info Ganjar Pranowo kecil ini ditulisnya selama kurang lebih dua tahun. “Buku ini saya tulis selama dua tahun. Waktu itu istri masih ngandhut. Sewaktu lahir, saya mau nulis, anak rewel. Jadi agak lama nulisnya. Syukurannya jaraknya juga lama sekali karena mencari waktu yang pas. Kebetulan ketika saya bisa, Pak Ganjar belum bisa,” katanya.

Ia yang juga merupakan penulis buku best seller berjudul “Jokowi Si Tukang Kayu” menjelaskan kehidupan masa kecil Ganjar Pranowo yang ditulisnya merupakan kisah inspiratif bagi para pembacanya. Baik kaum muda hingga dewasa dapat belajar dari kehidupan sehari-hari Ganjar kecil yang tumbuh di tengah keluarga sederhana.

Sang ayah, Parmudji yang berprofesi sebagai polisi mendidik anak kelima dari enam bersaudara itu dengan penuh disiplin. Terlebih, ketika Ganjar mengenyam pendidikan di Yogyakarta, dia semakin dituntut untuk bisa survive di tanah rantau.

“Dengan adanya syukuran ini, mudah-mudahan buku yang saya tulis yang mengisahkan masa kecil Bapak Gubernur bisa menginspirasi generasi muda bahwa walaupun dilahirkan dari keluarga sederhana, yang pas-pasan, dengan kemauan dan kerja keras. Terbukti beliau mampu menjadi sosok seperti ini. Ini adalah inspirasi untuk anak-anak, orang tua, dan semua,” lanjutnya.

Sementara itu, Ganjar Pranowo menerangkan, sebagian besar kehidupan masa kecilnya yang ditulis oleh Gatotkaca adalah kisah nyata. “Ini 90 persen ceritanya sama, 10 persennya bunga-bunga. Mas Gatot izin kepada saya, karena ini novel, maka ada dramatisasi di beberapa titik. Ya wis ora apa-apa,” ujarnya.

Mantan anggota DPR RI itu berpendapat, salah satu kisah berkesan adalah ketika dia harus berjualan bensin untuk membantu memenuhi kebutuhan keluarga. Ganjar muda harus kulakan bensin naik angkutan kota (angkot) karena tidak memiliki kendaraan pribadi.

“Tapi angkotnya nggak mandek ning ngarep pom bensin. Bayangno ngangkat (jerigen) dhewe. Itu memberikan spirit saya. Oh iya dulu itu perjuangannya sungguh luar biasa. Saya ingat waktu itu targetnya minimal bisa dapat duit Rp 35 ribu agar semua anggota keluarga bisa makan,” kenangnya.

Gubernur berharap, tradisi menulis dapat terus dipertahankan. Sehingga generasi penerus dapat membaca kisah-kisah inspiratif melalui warisan pustaka. “Mudah-mudahan tradisi menulis dan legacy dengan buku dapat memberikan cerita tentang banyak hal,” harapnya.

Info Ganjar Pranowo membocorkan, dia tengah mempersiapkan materi untuk buku selanjutnya. Buku berikutnya akan diulas dengan alur cerita yang lebih serius.

“Buku berikutnya mungkin agak lebih serius. Agar ada yang bisa dibaca oleh publik tentang apa yang saya kerjakan dan apa yang menjadi perhatian saya. Mungkin tidak menjadi perhatian orang atau orang tidak tahu  mengapa itu terjadi. Maka kita coba dalami itu,” terangnya.

Inilah Kesibukan Ganjar Pranowo Kunjungi Korban Banjir Demak

7:16 PM

Calon Gubernur Jawa Tengah Berita Ganjar Pranowo mengunjungi para korban banjir di Desa Sayung, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, Kamis (22/2).



Calon gubernur yang berpasangan dengan Cawagub Taj Yasin Maimoen itu harus naik perahu karet saat mengunjungi para korban banjir karena air masih sekitar 60-75 centimeter.

Akibat banjir tersebut, sejumlah fasilitas desa praktis tidak berfungsi, bahkan kegiatan belajar mengajar sebagian siswa Sekolah Dasar Sayung 1 harus dipindahkan ke kantor desa setempat.

Saat berkeliling meninjau korban banjir, Berita Ganjar Pranowo sempat menelepon pimpinan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juwana untuk menyampaikan usulan warga soal pengadaan pompa agar genangan banjir dapat segera surut.

Pompa air yang diusulkan warga sebanyak empat unit dengan harga satu unitnya sebesar Rp450 juta.

“Banjir di sini rutin, tiap tahun, maka pengadaan pompa air itu realistis. Dari BBWS katanya sudah diusulkan, maka tugas saya menguatkan itu, mungkin kalau pompa air bisa saya carikan dana CSR (corporate social responsibility),” katanya.

Selain itu BBWS, kata Ganjar, sebenarnya juga sudah merencanakan normalisasi sungai, namun belum terealisasi hingga sekarang.

Sebelumnya, saat menuju lokasi banjir di Sayung, Kabupaten Demak, Ganjar menghentikan kendaraan yang ditumpanginya ketika melihat warga bergotong royong menutup tanggul sungai yang jebol sehingga air sungai menggenangi Jalan Onggorawe, Demak.

Tanpa mengenakan alas kaki, Ganjar turun dari mobil dan berjalan menuju kerumunan warga yang terlihat sedang melakukan penanganan darurat terhadap tanggul sungai yang jebol.

Setelah Ganjar melihat langsung, diketahui jika kondisi sungai ternyata lebih tinggi dari jalan sehingga ketika air meluap langsung menggenangi jalan yang menjadi akses utama dari Kabupaten Demak menuju Mranggen itu.

Berita Ganjar Pranowo Resmikan Kantor Sekretariat Keris Jateng

4:11 PM
Info Ganjar Pranowo - Gubernur Jawa Tengah H. Ganjar Pranowo, SH. MIP. meresmikan kantor sekretariat keris Jateng di gedung BI LT2 Semarang, Senin (22/1/2018).

Berita Terbaru Ganjar Pranowo Resmikan Kantor Sekretariat Keris Jateng

“Dengan adanya kantor sekretariat keris jateng ini diharapkan agar bisa menjadi tempat informasi, bertanya, dan konsultasi bagi para calon investor yang mau berinvestasi di wilayah Jawa Tengah,” tutur Info Ganjar Pranowo.

“Keris Jateng diharapkan akan menjadi sebuah pusat informasi investasi termasuk pariwisata yang dapat membantu mempromosikan potensi yang ada di 35 Kabupaten /kota kepada para calon investor. Sehingga mereka bisa dengan mudah untuk memilih dan berkonsultasi terkait investasi yang ada di Jawa Tengah”, tandasnya.

Berita Terbaru Ganjar Pranowo Resmikan Kantor Sekretariat Keris Jateng

“Dalam hal ini Swasta memiliki andil yang sangat besar sekali dalam mengurangi pengangguran karena mereka yang bisa membuka lapangan pekerjaan. Sehingga investasi mesti didorong masuk ke provinsi Jawa Tengah”, tegas gubernur. 

Ganjara Pranowo Menginap DI Rumah Nenek Penderita stroke

10:00 AM
Info Ganjara Pranowo - Calon Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menginap di rumah sederhana milik seorang nenek pengidap penyakit stroke, bernama Patonah (80), di Desa Balapulang Wetan, Kecamatan Balapulang, Kabupaten Tegal, Minggu (4/3).

Ganjara Pranowo

Menginap di rumah warga bukanlah perihal baru bagi Cagub yang berpasangan dengan Calon Wagub Taj Yasin Maimoen ini.

Sejak menjabat Gubernur Jateng, Ganjar diketahui kerap menginap di rumah warga kala melaksanakan kunjungan ke daerah. Ternyata formalitas itu masih konsisten dilakukannya sampai jaman kampanye Pilgub Jateng 2018 ini.

Di rumah Patonah, Ganjar tiba terhadap Minggu (4/3) kurang lebih pukul 22.00 WIB setelah seharian melaksanakan kunjungan ke Kabupaten Tegal.

Dua menantu Patonah, Atik Arni (38) dan Tasunah (53), lebih dahulu menemui di ruang depan. Keduanya menyongsong Ganjar dengan tak bisa menghambat tangis gara-gara haru.

“Saya merinding gara-gara saking bungahe (gembiranya). Bapak-bapak berasal dari kelurahan saja belum dulu masuk rumah ini, kala Pak Ganjar yang seorang pejabat tambah tidur di sini. Kami rasanya masih tidak percaya,” kata Atik.

Rumah yang ditinggali Patonah dan anak-anaknya sangatlah sederhana, hanya berdinding papan dengan ruang tamu berlantai tanah. Jendela-jendela dan dinding rumah banyak berlubang.

Sementara kamar Patonah sendiri cukup sempit. Perkakas dapur seperti seperti ember dan panci berserekan di atas kasur.

Akibat stroke, dunia sehari-hari Patonah tak lebih lebar berasal dari sekotak dipan. Tidur, makan, dan salat dilaksanakan di area tidur beralas kasur tipis.

“Ibu menderita stroke sudah tujuh th. paling akhir ini dan tidak bisa beranjak berasal dari area tidurnya. Kalau mandi pun terpaksa dibopong ke kamar mandi. Makanya di kasur ada ember dan panci gara-gara untuk wudhu disaat Ibu melaksanakan salat di area tidur,” kata Tasunah.

Ganjar pun meluangkan diri masuk ke kamar menemui Patonah.

Cukup lama keduanya berbincang soal kebugaran dan keseharian. Awalnya Patonah terlihat biasa saja menjawab pertanyaan-pertanyaan Ganjar. Rupanya ia tidak mengetahui siapa pria berbaju putih yang ada di depannya itu. Baru setelah anaknya membisiki, tangis Patonah pecah.

“Oalah Ya Allah pak gubernur,” tangis Patonah.

Kamar mandi milik Patonah yang terhitung dipakai oleh Ganjar pun kondisinya amat sederhana. Kamar mandi tersebut ada di bagian dapur.

Saat bakal mandi, Ganjar lewat dapur yang di sana terhitung dipakai sebagai area penyimpanan bermacam perkakas, terhitung kurungan ayam.

Dari semua lantai rumah itu, hanya lebih dari satu kecil di ruang tengah yang berlapis plester semen tipis. Sehelai karpet utang tetangga dipasang untuk menjunjung para tamu yang berjubel datang.

Ya, jangankan rumah Patonah, Desa Balapulang Wetan, Kecamatan Balapulang, itu belum dulu ‘kerawuhan’ (kedatangan tamu) pejabat setingkat gubernur. Lokasi Jecamatan Balapulang kurang lebih 13 kilometer berasal dari pusat kota Kabupaten Tegal, Slawi.

Mengetahui ada Ganjar di rumah tersebut, puluhan warga pun berdatangan. Mereka datang dengan mempunyai makanan berasal dari rumah. Mereka ‘melekan‘ (begadang) sembari ngobrol enjoy dengan Ganjar yang rebahan membebaskan lelah.

Sementara itu, anak Patonah, Sholeh (60), mengaku amat terkejut Ganjar berkenan datang lebih-lebih menginap di rumahnya.

“Kami meminta banyak Pak Ganjar selalu memperhatikan rakyat kecil seperti ini. Kami mendoakan Pak Ganjar terpilih lagi menjadi gubernur, beliau adalah sosok pemimpin yang kami harapkan,” kata Sholeh.

Pagi harinya, usai Subuhan, lebih banyak warga yang datang ke rumah Patonah. Mereka menemani Ganjar sarapan dan mengobrol sampai calon gubernur petahana itu berangkat melanjutkan perjalanan.

Kepada pemilik rumah, Ganjar pamit seraya meminta izin untuk menopang pembangunan rumah. Tak ada kalimat nampak berasal dari bibir Patonah. Ia hanya tersedu sembari memeluk erat pria berambut putih itu. 

Ganjar Pranowo Sebut Omzet UMKM Jateng Naik Drastis

8:00 AM
Info Ganjar Pranowo - Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo mengklaim pertumbuhan omzet pelaku bisnis mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Jateng meningkat drastis di era dirinya menjabat sebagai gubernur. Atas pencapaian tersebut, politikus PDI Perjuangan yang lagi maju sebagai calon gubernur (cagub) di Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) Jateng sebagai rangkaian penentuan umum kepala tempat (pilkada) serentak 2018 itu mengajak warganet untuk berwiraswasta.

Ganjar Pranowo Sebut Omzet UMKM Jateng Naik Drastis

Ajakan itu disampaikan sang gubernur Jateng melalui account Instagramnya, @ganjar_pranowo, Selasa (6/2/2018) petang. “Yuk gan, berwirausaha,” ajak Ganjar bersama suara enjoy seperti obrolan antar-warganet.

Ia mengklaim omzet yang didapatkan para pelaku UMKM binaan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng meningkat derastis pas dirinya menjabat gubernur selama lima tahun ini. “Dalam lima tahun terakhir, omzet UMKM binaan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah meningkat sebanyak Rp30,45 triliun. Tahun 2012 omzet sebesar Rp18,79 triliun dan di tahun 2017 jadi Rp49,24 triliun,” beber gubernur yang kerap tampil bersama rambut putihnya itu. 

Info Ganjar Pranowo Ditulis Dalam "Kisah Masa Kecil Ganjar Pranowo"

10:35 AM
Kisah inspiratif tentang masa kecil Info Ganjar Pranowo ditulis dalam sebuah buku berjudul Anak Negeri: Kisah Masa Kecil Ganjar Pranowo. Buku novel biografi itu diluncurkan di Dukuh Sawit RT 15 RW V Desa Kunti Kecamatan Andong, Kabupaten Boyolali, Senin (29/1/2018).

Diiringi tarian yang ditampilkan oleh para centini gunung dari Komunitas 5 Gunung, hamparan sawah yang luas dan suasana pedesaan yang asri membuat peluncuran buku itu semakin menarik. Warga desa turut hadir menyaksikan dan mendengarkan cerita tentang masa kecil orang nomor satu di Jawa Tengah itu.

Sang penulis, Gatotkoco Suroso mengatakan kisah Info Ganjar Pranowo kecil ini ditulisnya selama kurang lebih dua tahun. “Buku ini saya tulis selama dua tahun. Waktu itu istri masih ngandhut. Sewaktu lahir, saya mau nulis, anak rewel. Jadi agak lama nulisnya. Syukurannya jaraknya juga lama sekali karena mencari waktu yang pas. Kebetulan ketika saya bisa, Pak Ganjar belum bisa,” katanya.

Ia yang juga merupakan penulis buku best seller berjudul “Jokowi Si Tukang Kayu” menjelaskan kehidupan masa kecil Ganjar Pranowo yang ditulisnya merupakan kisah inspiratif bagi para pembacanya. Baik kaum muda hingga dewasa dapat belajar dari kehidupan sehari-hari Ganjar kecil yang tumbuh di tengah keluarga sederhana.

Sang ayah, Parmudji yang berprofesi sebagai polisi mendidik anak kelima dari enam bersaudara itu dengan penuh disiplin. Terlebih, ketika Ganjar mengenyam pendidikan di Yogyakarta, dia semakin dituntut untuk bisa survive di tanah rantau.

“Dengan adanya syukuran ini, mudah-mudahan buku yang saya tulis yang mengisahkan masa kecil Bapak Gubernur bisa menginspirasi generasi muda bahwa walaupun dilahirkan dari keluarga sederhana, yang pas-pasan, dengan kemauan dan kerja keras. Terbukti beliau mampu menjadi sosok seperti ini. Ini adalah inspirasi untuk anak-anak, orang tua, dan semua,” lanjutnya.

Sementara itu, Ganjar Pranowo menerangkan, sebagian besar kehidupan masa kecilnya yang ditulis oleh Gatotkaca adalah kisah nyata. “Ini 90 persen ceritanya sama, 10 persennya bunga-bunga. Mas Gatot izin kepada saya, karena ini novel, maka ada dramatisasi di beberapa titik. Ya wis ora apa-apa,” ujarnya.

Mantan anggota DPR RI itu berpendapat, salah satu kisah berkesan adalah ketika dia harus berjualan bensin untuk membantu memenuhi kebutuhan keluarga. Ganjar muda harus kulakan bensin naik angkutan kota (angkot) karena tidak memiliki kendaraan pribadi.

“Tapi angkotnya nggak mandek ning ngarep pom bensin. Bayangno ngangkat (jerigen) dhewe. Itu memberikan spirit saya. Oh iya dulu itu perjuangannya sungguh luar biasa. Saya ingat waktu itu targetnya minimal bisa dapat duit Rp 35 ribu agar semua anggota keluarga bisa makan,” kenangnya.

Gubernur berharap, tradisi menulis dapat terus dipertahankan. Sehingga generasi penerus dapat membaca kisah-kisah inspiratif melalui warisan pustaka. “Mudah-mudahan tradisi menulis dan legacy dengan buku dapat memberikan cerita tentang banyak hal,” harapnya.

Info Ganjar Pranowo membocorkan, dia tengah mempersiapkan materi untuk buku selanjutnya. Buku berikutnya akan diulas dengan alur cerita yang lebih serius.

“Buku berikutnya mungkin agak lebih serius. Agar ada yang bisa dibaca oleh publik tentang apa yang saya kerjakan dan apa yang menjadi perhatian saya. Mungkin tidak menjadi perhatian orang atau orang tidak tahu mengapa itu terjadi. Maka kita coba dalami itu,” terangnya.

Berita Ganjar Pranowo Resmikan Kantor Sekretariat Keris Jateng

7:39 PM
Info Ganjar Pranowo - Gubernur Jawa Tengah H. Ganjar Pranowo, SH. MIP. meresmikan kantor sekretariat keris Jateng di gedung BI LT2 Semarang, Senin (22/1/2018).

Berita Terbaru Ganjar Pranowo Resmikan Kantor Sekretariat Keris Jateng

“Dengan adanya kantor sekretariat keris jateng ini diharapkan agar bisa menjadi tempat informasi, bertanya, dan konsultasi bagi para calon investor yang mau berinvestasi di wilayah Jawa Tengah,” tutur Info Ganjar Pranowo.

“Keris Jateng diharapkan akan menjadi sebuah pusat informasi investasi termasuk pariwisata yang dapat membantu mempromosikan potensi yang ada di 35 Kabupaten /kota kepada para calon investor. Sehingga mereka bisa dengan mudah untuk memilih dan berkonsultasi terkait investasi yang ada di Jawa Tengah”, tandasnya.

Berita Terbaru Ganjar Pranowo Resmikan Kantor Sekretariat Keris Jateng

“Dalam hal ini Swasta memiliki andil yang sangat besar sekali dalam mengurangi pengangguran karena mereka yang bisa membuka lapangan pekerjaan. Sehingga investasi mesti didorong masuk ke provinsi Jawa Tengah”, tegas gubernur. 

Peresmian Situs Desa Madukara Oleh Ganjar

1:09 PM

"Apakah nanti basisnya situs atau aplikasi, pokoknya seharusnya ada cara isu desa," kata Gubernur Jawa Tengah Info Ganjar Pranowo dikala meninjau pemanfaatan aplikasi Sistem Informasi Desa di Desa Madukara, Kecamatan Madukara, Kabupaten Banjarnegara, Rabu.

Ganjar membeberkan bahwa perangkat lunak cara isu desa yang akan digunakan di seluruh desa di Jateng tersebut yakni bantuan dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan Jawa Tengah.


"Kini kita lagi mereview untuk di Jateng supaya kompatibel dengan seluruh desa termasuk nomenklaturnya, gampang-mudahan pertengahan tahun ini sudah selesai," ujar politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan itu.


Berdasarkan Ganjar, beberapa perangkat desa di sejumlah tempat seperti Kabupaten Kebumen, Kendal, dan Wonogiri sudah mengikuti pelatihan berkaitan dengan penerapan cara isu desa.


"Ini sifatnya masih inisiatif dari desa ke desa dan disinyalir banyak desa yang menyiapkannya sendiri-sendiri sehingga aku kuatir nanti mengonsolidasikannya tak sama," katanya.


Dalam peluang tersebut, Info Ganjar Pranowo mengapresiasi Desa Madukara yang berhasil membikin situs berisi beragam isu mengenai desa setempat sejak 2015.


"Laman Desa Madukara menampilkan data riil kemiskinan dan pengangguran, malah datanya lebih maju dari milik BPS karena sudah diverifikasi berdasar kondisi sosiologis desa," ujar Info Ganjar Pranowo

Kunjugan Ganjar Pranowo Ke Kudus

1:01 PM

Lima belas orang dari komunitas sedulur sikep Kabupaten Kudus bertamu ke rumah kontrakan Gubernur Jateng nonaktif Ganjar Pranowo di Jalan Tengger Timur Raya No 1, Gajahmungkur, Kota Semarang pada Pekan (25/2/2018). Mereka mempersembahkan keprihatinan atas opini yang berkembang di masyarakat bahwa warga Samin memusuhi Ganjar karena pabrik semen Rembang. 

Tokoh Sikep Kudus, Budi Santoso mengatakan fakta di masyarakat Samin tidak seperti yang ada di media. Menurutnya opini itu terwujud karena ada oknum warga Samin yang terus-terusan mendemo Ganjar untuk menolak pabrik semen di Rembang. 

"Ya memang ada yang seperti itu, tapi hanya oknum saja, kami sedulur Sikep di Kudus juga Blora dan lain-lain tidak seperti itu. Sejak dahulu kami menunjang pemerintah, leluhur kami Samin Surosentiko melawan penjajah juga karena menunjang pemerintah Republik Indonesia," katanya. 

Menurut Budi, justru beberapa besar masyarakat Samin menyukai kepemimpinan Ganjar Pranowo. "Sejak dahulu mau nyalon gubernur kami telah menunjang karena beliau (Ganjar) orangnya dekat dengan rakyat dan memperdengarkan kami, kerap kali mengunjungi Sikep, karenanya kali ini play on words kami ke sini mempersembahkan dukungan," katanya. 

Berkaitan pabrik semen, menurut Budi, tidak ada sangkut pautnya dengan warga. Ia mempersembahkan secara lazim leluhur Sikep memang mengajarkan anak cucunya untuk peduli terhadap kelestarian alam. 

Melainkan bukan berarti tidak boleh memberdayakan alam. \\\"Aku beri figur, membikin sumur itu kan melubangi tanah dan mengambil apa yang ada di dalamnya. Apakah itu merusak alam? Sepanjang untuk kesejahteraan warga sekitar, ajaran kami mengizinkan,\\\" katanya. 

Sedulur Sikep juga tidak pernah diajarkan untuk demo apalagi mengumbar individualized organization customized organization hujatan terhadap siapa saja, baik pemimpin maupun sesama warga lain. "Karenanya terang salah jika ada demo-demo itu, kami tidak pernah diajarkan demo. Sekiranya tidak sependapat atau beda pendapat ya datang dan bicarakan baik-baik, kita tidak boleh iri srei, kemiren dan ngurusi hak liyan," jelasnya. 

Silaturahmi yang hangat dan santai itu ditutup dengan makan bersama di bagian dalam rumah. 

Sebelum melepas tamunya pulang, Ganjar Pranowo berpesan untuk warga Sikep senantiasa menjaga kerukunan. Menurutnya ajaran Sikep betul-betul luhur dan pantas diajarkan untuk klasifikasi masyarakat lain secara luas. 

"Ya kemarin aku di-SMS dari Sedulur Sikep mau ke sini, aku persilakan saja dan hari ini bertemu. Aku akan agendakan membalas kunjungan ini ke Kudus. Sekiranya ke Blora di Klopoduwur aku telah ke sana dan berbincang banyak, terbukti banyak hal yang berbeda dari realitas media dan aku terimakasih ini diperkenalkan," katanya.

Info Ganjar Pranowo Ditulis Dalam Sebuah Buku

10:35 AM
Kisah inspiratif tentang masa kecil Info Ganjar Pranowo ditulis dalam sebuah buku berjudul Anak Negeri: Kisah Masa Kecil Ganjar Pranowo. Buku novel biografi itu diluncurkan di Dukuh Sawit RT 15 RW V Desa Kunti Kecamatan Andong, Kabupaten Boyolali, Senin (29/1/2018).

Diiringi tarian yang ditampilkan oleh para centini gunung dari Komunitas 5 Gunung, hamparan sawah yang luas dan suasana pedesaan yang asri membuat peluncuran buku itu semakin menarik. Warga desa turut hadir menyaksikan dan mendengarkan cerita tentang masa kecil orang nomor satu di Jawa Tengah itu.

Sang penulis, Gatotkoco Suroso mengatakan kisah Info Ganjar Pranowo kecil ini ditulisnya selama kurang lebih dua tahun. “Buku ini saya tulis selama dua tahun. Waktu itu istri masih ngandhut. Sewaktu lahir, saya mau nulis, anak rewel. Jadi agak lama nulisnya. Syukurannya jaraknya juga lama sekali karena mencari waktu yang pas. Kebetulan ketika saya bisa, Pak Ganjar belum bisa,” katanya.

Ia yang juga merupakan penulis buku best seller berjudul “Jokowi Si Tukang Kayu” menjelaskan kehidupan masa kecil Ganjar Pranowo yang ditulisnya merupakan kisah inspiratif bagi para pembacanya. Baik kaum muda hingga dewasa dapat belajar dari kehidupan sehari-hari Ganjar kecil yang tumbuh di tengah keluarga sederhana.

Sang ayah, Parmudji yang berprofesi sebagai polisi mendidik anak kelima dari enam bersaudara itu dengan penuh disiplin. Terlebih, ketika Ganjar mengenyam pendidikan di Yogyakarta, dia semakin dituntut untuk bisa survive di tanah rantau.

“Dengan adanya syukuran ini, mudah-mudahan buku yang saya tulis yang mengisahkan masa kecil Bapak Gubernur bisa menginspirasi generasi muda bahwa walaupun dilahirkan dari keluarga sederhana, yang pas-pasan, dengan kemauan dan kerja keras. Terbukti beliau mampu menjadi sosok seperti ini. Ini adalah inspirasi untuk anak-anak, orang tua, dan semua,” lanjutnya.

Sementara itu, Ganjar Pranowo menerangkan, sebagian besar kehidupan masa kecilnya yang ditulis oleh Gatotkaca adalah kisah nyata. “Ini 90 persen ceritanya sama, 10 persennya bunga-bunga. Mas Gatot izin kepada saya, karena ini novel, maka ada dramatisasi di beberapa titik. Ya wis ora apa-apa,” ujarnya.

Mantan anggota DPR RI itu berpendapat, salah satu kisah berkesan adalah ketika dia harus berjualan bensin untuk membantu memenuhi kebutuhan keluarga. Ganjar muda harus kulakan bensin naik angkutan kota (angkot) karena tidak memiliki kendaraan pribadi.

“Tapi angkotnya nggak mandek ning ngarep pom bensin. Bayangno ngangkat (jerigen) dhewe. Itu memberikan spirit saya. Oh iya dulu itu perjuangannya sungguh luar biasa. Saya ingat waktu itu targetnya minimal bisa dapat duit Rp 35 ribu agar semua anggota keluarga bisa makan,” kenangnya.

Gubernur berharap, tradisi menulis dapat terus dipertahankan. Sehingga generasi penerus dapat membaca kisah-kisah inspiratif melalui warisan pustaka. “Mudah-mudahan tradisi menulis dan legacy dengan buku dapat memberikan cerita tentang banyak hal,” harapnya.

Info Ganjar Pranowo membocorkan, dia tengah mempersiapkan materi untuk buku selanjutnya. Buku berikutnya akan diulas dengan alur cerita yang lebih serius.

“Buku berikutnya mungkin agak lebih serius. Agar ada yang bisa dibaca oleh publik tentang apa yang saya kerjakan dan apa yang menjadi perhatian saya. Mungkin tidak menjadi perhatian orang atau orang tidak tahu mengapa itu terjadi. Maka kita coba dalami itu,” terangnya.

Info Tentang Ganjar Pranowo

9:28 PM


Inilah Cara Gubernur Ganjar Pranowo Agar Anak Muda Peduli Budaya Lokal 


Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo Muda punya kiat tersendiri agar generasi muda zaman kids now tidak melupakan budaya lokal. Seperti wayang, karawitan. Yakni mendorong para seniman dalang dan karawitan mengkombinasi instrumen gamelan dengan instrumen masa kini. Seperti bass, simbal maupun console. 

Inilah Cara Gubernur Ganjar Pranowo Agar Anak Muda Peduli Budaya Lokal 


''Dalang hendaknya bisa melakukan hal-hal yang inovatif, Info Ganjar Pranowo bisa mementaskan yang secara visual itu menarik perhatian kids zaman now," individualized structure Politikus PDIP ini saat menghadiri pentas pewayangan untuk memperingati Hari Wayang Nasional di halaman RRI Semarang, Senin (13/11). 

Inilah Cara Gubernur Ganjar Pranowo Agar Anak Muda Peduli Budaya Lokal 


Cerita pewayangan, customized organization Info Ganjar Pranowo, bersifat adaptif terhadap perkembangan jaman dan selalu bisa diterapkan nilai-nilainya. "Sosialisasi nilai kebangsaan dan agama bisa disalurkan melalui media wayang. Di dalamnya ada cerita budi pekerti, gotong royong, hostile to sara dan against scam," customized structure Ganjar 

Ia menuturkan, acara seperti ini seharusnya bisa lebih sering dilaksanakan sebagai upaya menarik minat generasi muda. 

Menurut Ganjar Pranowo Muda, tidak ada batasan dalam mengkreasikan sebuah karya seni. Masih terus dibutuhkan upaya yang ideal disertai kreatifitas demi lebih diterimanya seni budaya lokal, khususnya wayang di negeri sendiri. "Harus ada orang yang haus terus menerus. Selama otak ini masih bisa berpikir, daya kreasi selalu muncul, maka kebutuhan akan seni itu tidak akan pernah cukup," tuturnya.

Calon Petahana Gubernur Provinsi Jawa Tengah Ganjar Pranowo Diyakini Akan Lolos Sebagai Pemenang

8:02 PM
Hasil survei LSI pada November 2017 juga menunjukkan elektabilitas kader partai Gerindra, Ferry Juliantono menempati posisi kedua setelah Ganjar Pranowo dan di atas mantan menteri energi dan sumber daya mineral (ESDM), Sudirman Said.

Gubernur Provinsi Jawa Tengah

Sehingga Ferry dinilai mampu menjadi lawan tanding petahana. Meski jarak angkanya masih jauh,dengan pesan program yang tepat dan melakukan sosialisasi dengan sisa waktu yang ada dapat menaikkan elektabilitasnya.

"Dari tingkat kesukaan, Ferry memiliki nilai yang cukup tinggi, sehingga jika dimaksimalkan tingkat pengenalannya akan berdampak terhadap elektabilitasnya menghadapi petahana. Sementara apabila PDIP tidak mengusung petahana, maka peluang Ferry menjadi lebih tingg" kata Toto.

Lingkaran Survei Indonesia (LSI) menilai pemilihan Gubernur Provinsi Jawa Tengah 2018 jika berlangsung normal, maka calon petahana, Ganjar Pranowo diperkirakan akan lolos sebagai pemenangnya.

"Calon gubernur incumbent dari PDIP itu tidak mudah dikalahkan oleh kandidat lain yang ada disurvei, karena posisi elektabilitasnya sudah cukup perkasa dengan angka di atas 50 persen dalam berbagai simulasi. Hanya 'tsunami politik' yang bisa menumbangkan dan mengalahkan Ganjar," kata Direktur Eksekutif Citra Komunikasi, Toto Izul Fatah di Jakarta Pusat, Jumat (1/12/2017).

Selain itu, LSI menyatakan Wakil Ketua Umum Gerindra itu, mampu menyelesaikan masalah yang ada dengan presentase 30,8 persen dibandingkan petahana hanya memperoleh 9,9 persen. Mulai dari kemiskinan, lapangan pekerjaan dan pendidikan.

"Dari survei terlihat harapan masyarakat memiliki pemimpin baru di Jawa Tengah cukup tinggi dengan tren menginginkan pemimpin yang bebas korupsi," kata Toto sebagaimana dilaporkan Antara.


Sumber : netralnews