Showing posts with label berita ganjar pranowo terbaru. Show all posts
Showing posts with label berita ganjar pranowo terbaru. Show all posts

Info Ganjar Pranowo Ditulis Dalam "Kisah Masa Kecil Ganjar Pranowo"

4:07 PM
Kisah inspiratif tentang masa kecil Info Ganjar Pranowo ditulis dalam sebuah buku berjudul Anak Negeri: Kisah Masa Kecil Ganjar Pranowo. Buku novel biografi itu diluncurkan di Dukuh Sawit RT 15 RW V Desa Kunti Kecamatan Andong, Kabupaten Boyolali, Senin (29/1/2018).

Diiringi tarian yang ditampilkan oleh para centini gunung dari Komunitas 5 Gunung, hamparan sawah yang luas dan suasana pedesaan yang asri membuat peluncuran buku itu semakin menarik. Warga desa turut hadir menyaksikan dan mendengarkan cerita tentang masa kecil orang nomor satu di Jawa Tengah itu.

Sang penulis, Gatotkoco Suroso mengatakan kisah Info Ganjar Pranowo kecil ini ditulisnya selama kurang lebih dua tahun. “Buku ini saya tulis selama dua tahun. Waktu itu istri masih ngandhut. Sewaktu lahir, saya mau nulis, anak rewel. Jadi agak lama nulisnya. Syukurannya jaraknya juga lama sekali karena mencari waktu yang pas. Kebetulan ketika saya bisa, Pak Ganjar belum bisa,” katanya.

Ia yang juga merupakan penulis buku best seller berjudul “Jokowi Si Tukang Kayu” menjelaskan kehidupan masa kecil Ganjar Pranowo yang ditulisnya merupakan kisah inspiratif bagi para pembacanya. Baik kaum muda hingga dewasa dapat belajar dari kehidupan sehari-hari Ganjar kecil yang tumbuh di tengah keluarga sederhana.

Sang ayah, Parmudji yang berprofesi sebagai polisi mendidik anak kelima dari enam bersaudara itu dengan penuh disiplin. Terlebih, ketika Ganjar mengenyam pendidikan di Yogyakarta, dia semakin dituntut untuk bisa survive di tanah rantau.

“Dengan adanya syukuran ini, mudah-mudahan buku yang saya tulis yang mengisahkan masa kecil Bapak Gubernur bisa menginspirasi generasi muda bahwa walaupun dilahirkan dari keluarga sederhana, yang pas-pasan, dengan kemauan dan kerja keras. Terbukti beliau mampu menjadi sosok seperti ini. Ini adalah inspirasi untuk anak-anak, orang tua, dan semua,” lanjutnya.

Sementara itu, Ganjar Pranowo menerangkan, sebagian besar kehidupan masa kecilnya yang ditulis oleh Gatotkaca adalah kisah nyata. “Ini 90 persen ceritanya sama, 10 persennya bunga-bunga. Mas Gatot izin kepada saya, karena ini novel, maka ada dramatisasi di beberapa titik. Ya wis ora apa-apa,” ujarnya.

Mantan anggota DPR RI itu berpendapat, salah satu kisah berkesan adalah ketika dia harus berjualan bensin untuk membantu memenuhi kebutuhan keluarga. Ganjar muda harus kulakan bensin naik angkutan kota (angkot) karena tidak memiliki kendaraan pribadi.

“Tapi angkotnya nggak mandek ning ngarep pom bensin. Bayangno ngangkat (jerigen) dhewe. Itu memberikan spirit saya. Oh iya dulu itu perjuangannya sungguh luar biasa. Saya ingat waktu itu targetnya minimal bisa dapat duit Rp 35 ribu agar semua anggota keluarga bisa makan,” kenangnya.

Gubernur berharap, tradisi menulis dapat terus dipertahankan. Sehingga generasi penerus dapat membaca kisah-kisah inspiratif melalui warisan pustaka. “Mudah-mudahan tradisi menulis dan legacy dengan buku dapat memberikan cerita tentang banyak hal,” harapnya.

Info Ganjar Pranowo membocorkan, dia tengah mempersiapkan materi untuk buku selanjutnya. Buku berikutnya akan diulas dengan alur cerita yang lebih serius.

“Buku berikutnya mungkin agak lebih serius. Agar ada yang bisa dibaca oleh publik tentang apa yang saya kerjakan dan apa yang menjadi perhatian saya. Mungkin tidak menjadi perhatian orang atau orang tidak tahu  mengapa itu terjadi. Maka kita coba dalami itu,” terangnya.

Calon Gubernur Ganjar Pranowo VS Sudirman Said Siapa Lebih Baik.?

7:54 PM
Ganjar Pranowo VS Sudirman Said - Tepatnya pada tanggal 27 Juni 2018 di 171 daerah. Partai politik mulai tampak hilir mudik sibuk mempersiapkan sang jagoan, calon masing-masing yang akan ditawarkan kepada masyarakat untuk memilihnya sebagai pemimpin daerah. Parpol siap meramaikan peseta demokrasi lokal tersebut dalam hitungan bulan akan diselenggarakan.

Ganjar Pranowo VS Sudirman Said

Tak hanya para stakeholders parpol, keramaian juga mulai ditampilkan sejumlah media massa nasional. Mereka begitu gencar memberitakan perkembangan dinamika politik yang sekaligus menggiring masyarakat luas turut tenggelam dalam uforia Pilkada.

Di berbagai sudut kota dan desa, perbicangan politik mulai ramai. Mereka meluahkan pendapat, aspirasi dan penilaiannya dengan opini-opini subyektif masing-masing.

Ganjar Pranowo VS Sudirman Said , Terkhusus di Jawa Tengah, kabar usai pengumuman Sudirman Said sebagai calon gubernur Jateng yang disampaikan Ketum Gerindra Prabowo Subianto, sontak memantik obrolan masyarakat. Boleh jadi sebagian besar warga Jateng terkejut, dan tak menyangka nama itu keluar sebagai penantang pertahana, Ganjar Pranowo. Eks Menteri ESDM, kini telah menjadi buah bibir dan pusat obrolan.

Sebagian warga menilai, sosok Sudirman Said adalah penantang sepadan Ganjar Pranowo. Di sudut lain, ada pula sebagian orang menganggap Ganjar sebagai calon yang sulit dikalahkan. Selain bertarung di kandang sendiri, keuntungan lain Ganjar ialah sudah pernah dikenal sekurang-kurangnya selama lima tahun terakhir memimpin Jawa Tengah. Soal prestasi, tentu menjadi pertimbangan warga sendiri dan hak prerogatif mereka. Masyarakat sudah cukup cerdas untuk sekadar hanya melakukan sebuah penilaian.

Sementara, di sisi lain sosok Sudirman Said tampaknya harus lebih bekerja keras. Ia tergolong sosok baru di Jawa Tengah meski putra asli Brebes. Pasalnya, Sudirman Said bertahun-tahun lamanya lebih banyak menghabiskan karirnya di pusat, Jakarta. Meski demikian, pengusung Sudirman Said dan dirinya sendiri tentu sudah memiliki pertimbangan matang, baik teknis maupun taktis. Secara politik, Sudirman Said tentu merasa beruntung karena diusung salah satu parpol besar di Indonesia dan diumumkan sendiri oleh sang pendiri Gerindra, Prabowo Subianto.

Bersamaan dengan itu, PAN dan PPP menyusul. Kedua parpol tersebut dipastikan akan berkoalisi dengan Gerindra untuk memperjuangkan kemenangan Sudirman Said. PKS masih membuka kans untuk bergabung sebagai koalisi. Golkar? NasDem?

Sejauh ini, hanya Ganjar Pranowo dan Sudiaman Said yang pasti bertarung di Jateng. Tentu saja, dinamika politik masih akan terus berubah, sekurang-kurangnya hingga Februari mendatang.

Pertarungan politik kedua sosok pemimpin Jateng ini diprediksi sengit. Kemungkinan besar, NasDem bergabung dengan PDI Perjuangan di kubu Ganjar Pranowo.

Memilih di antara dua pilihan

Sebenarnya, bukan perkara sulit untuk sekadar menjatuhkan pilihan satu di antara Ganjar dan Sudirman. Yang menjadi masalah adalah jika kedua pilihan tersebut tidak membawa kemaslahatan bagi masyarakat. Bahkan yang lebih buruk lagi, keduanya justru membawa kemudhorotan bagi warga Jateng. Lantas mesti bagaimana?

Masyarakat sebenarnya tidak buta dalam memahami kedua nama calon pemimpin tersebut. Hal ini lantaran Ganjar Pranowo dan Sudirman Said merupakan tokoh yang sudah cukup populer di kalangan masyarakat Jateng. Di level nasional pun sama populernya. Media massa juga teramat sering memberitakan terkait capaian kedua tokoh tersebut selama mengemban amanah dari masyarakat.

Secara faktual, kedua calon pemimpin Jateng tersebut mesti ingat bahwa mayoritas masyarakat yang akan dipimpin adalah wong cilik atau petani. Karenanya, kesejahteraan petani merupakan indikator terpenting dalam keberhasilan memimpin Jateng. Jika pemerintah belum bisa berdiri di posisi moderat di antara seluruh elemen masyarakat, pilihan utamanya hanya satu; dahulukan petani. Sebab, di Jateng, petani adalah mayoritas.

Dalam rekam jejak Ganjar Pranowo, masyarakat bisa menilai keberpihakan yang dilakukan pemerintahannya selama memimpin. Ambil contoh misalnya dalam kasus di Kendeng (Pati, Rembang, Kudus), Urut Sewu (Kebumen), PLTU di Batang, siapa yang menjadi korban atas kebijakan pemerintah? Sudah jelas, kaum tani yang dahulu menjadi mayoritas pendukungnya kini menjadi tumbal. Dengan begitu, masihkah ada masyarakat yang siap dijadikan tumbal di periode selanjutnya? Semoga masyarakat diberi petinjuk oleh Tuhan! Amin!

Namun begitu, di sisi lain ada satu misi yang benar-benar tercapai selama masa kepemimpinan Ganjar Pranowo; memperkokoh gotong royong guyub rukun serta tepa selira. Itu jati diri warga Jawa Tengah.

Dalam kasus Kendeng, Urut Sewu dan PLTU Batang, yang tumbuh adalah rasa kebersamaan masyarakat untuk melakukan perlawanan dan gerakan melawan satu musuh; pemerintah. Lain hal dengan cara yang kurang baik, tetapi hasilnya pemerintah mampu mewujudkan bentuk gotong royong dari masyarakatnya yang ditindas tersebut.

Singkatnya, masyarakat sudah merasakan langsung dampak dari kepemimpinan Ganjar Pranowo. Sekurang-kurangnya dalam lima tahun terakhir. Keputusan untuk kembali mempercayakan tampuk kepemimpinan ke tangan politisi PDI Perjuangan tersebut merupakan hak individu masing-masing warga Jateng. Lalu bagaimana bila masyarakat berbelok haluan dan malah mendukung saingannya?

Sudirman Said adalah tokoh yang sudah dikenal luas oleh masyarakat Indonesia. Terutama ketika menjabat sebagai menteri ESDM. Kementerian yang paling sering disebut-sebut ketika harga BBM naik, terutama di awal-awal kepemimpinan Joko Widodo-Jusuf Kalla tiga tahun silam. Begitu pun setelah-setelahnya, bahkan sampai Sudirman Said menjadi korban reshuffle kabinet Jokowi.

Nama Sudirman Said juga kembali diingat setelah Jokowi ‘keliru’ memilih penggantinya di ESDM, Archandra Tahar. Pengganti Sudirman Said ini kemudian dianulir karena belakangan diketahui memiliki status kewarganegaran ganda. Singkat kata, Sudirman Said adalah menteri paling cepat lulus dari kabinet Jokowi.

Selanjutnya, Sudirman Said kembali muncul ke hadapan publik meski sudah tak lagi menjabat di pemerintahan. Namun, ia tiba-tiba muncul sebagai tim transisi Anies Baswedan dan Sandiaga Uno di kepemimpinan DKI Jakarta. Setelah tugasnya selesai, Sudirman Said lalu muncul sebagai nama calon gubernur Jateng.

Melihat secara singkat sepak terjang Sudirman Said, siapkah warga Jateng memilihnya sebagai pemimpin menggantikan Ganjar Pranowo? Semuanya layak, tergantung ke mana keberpihakan mereka nanti ketika sudah terpilih. Barangkali sebaiknya kita tanyakan kepada wali yang terbaring di bawah bumi Jateng!


Sumber : nusantaranews.co

Info Cagub Jateng Ganjar Pranowo Ditulis Dalam "Kisah Masa Kecil Ganjar Pranowo"

3:09 PM
Kisah inspiratif tentang masa kecil Info Ganjar Pranowo ditulis dalam sebuah buku berjudul Anak Negeri: Kisah Masa Kecil Ganjar Pranowo. Buku novel biografi itu diluncurkan di Dukuh Sawit RT 15 RW V Desa Kunti Kecamatan Andong, Kabupaten Boyolali, Senin (29/1/2018).

Diiringi tarian yang ditampilkan oleh para centini gunung dari Komunitas 5 Gunung, hamparan sawah yang luas dan suasana pedesaan yang asri membuat peluncuran buku itu semakin menarik. Warga desa turut hadir menyaksikan dan mendengarkan cerita tentang masa kecil orang nomor satu di Jawa Tengah itu.

Sang penulis, Gatotkoco Suroso mengatakan kisah Info Ganjar Pranowo kecil ini ditulisnya selama kurang lebih dua tahun. “Buku ini saya tulis selama dua tahun. Waktu itu istri masih ngandhut. Sewaktu lahir, saya mau nulis, anak rewel. Jadi agak lama nulisnya. Syukurannya jaraknya juga lama sekali karena mencari waktu yang pas. Kebetulan ketika saya bisa, Pak Ganjar belum bisa,” katanya.

Ia yang juga merupakan penulis buku best seller berjudul “Jokowi Si Tukang Kayu” menjelaskan kehidupan masa kecil Ganjar Pranowo yang ditulisnya merupakan kisah inspiratif bagi para pembacanya. Baik kaum muda hingga dewasa dapat belajar dari kehidupan sehari-hari Ganjar kecil yang tumbuh di tengah keluarga sederhana.

Sang ayah, Parmudji yang berprofesi sebagai polisi mendidik anak kelima dari enam bersaudara itu dengan penuh disiplin. Terlebih, ketika Ganjar mengenyam pendidikan di Yogyakarta, dia semakin dituntut untuk bisa survive di tanah rantau.

“Dengan adanya syukuran ini, mudah-mudahan buku yang saya tulis yang mengisahkan masa kecil Bapak Gubernur bisa menginspirasi generasi muda bahwa walaupun dilahirkan dari keluarga sederhana, yang pas-pasan, dengan kemauan dan kerja keras. Terbukti beliau mampu menjadi sosok seperti ini. Ini adalah inspirasi untuk anak-anak, orang tua, dan semua,” lanjutnya.

Sementara itu, Ganjar Pranowo menerangkan, sebagian besar kehidupan masa kecilnya yang ditulis oleh Gatotkaca adalah kisah nyata. “Ini 90 persen ceritanya sama, 10 persennya bunga-bunga. Mas Gatot izin kepada saya, karena ini novel, maka ada dramatisasi di beberapa titik. Ya wis ora apa-apa,” ujarnya.

Mantan anggota DPR RI itu berpendapat, salah satu kisah berkesan adalah ketika dia harus berjualan bensin untuk membantu memenuhi kebutuhan keluarga. Ganjar muda harus kulakan bensin naik angkutan kota (angkot) karena tidak memiliki kendaraan pribadi.

“Tapi angkotnya nggak mandek ning ngarep pom bensin. Bayangno ngangkat (jerigen) dhewe. Itu memberikan spirit saya. Oh iya dulu itu perjuangannya sungguh luar biasa. Saya ingat waktu itu targetnya minimal bisa dapat duit Rp 35 ribu agar semua anggota keluarga bisa makan,” kenangnya.

Gubernur berharap, tradisi menulis dapat terus dipertahankan. Sehingga generasi penerus dapat membaca kisah-kisah inspiratif melalui warisan pustaka. “Mudah-mudahan tradisi menulis dan legacy dengan buku dapat memberikan cerita tentang banyak hal,” harapnya.

Info Ganjar Pranowo membocorkan, dia tengah mempersiapkan materi untuk buku selanjutnya. Buku berikutnya akan diulas dengan alur cerita yang lebih serius.

“Buku berikutnya mungkin agak lebih serius. Agar ada yang bisa dibaca oleh publik tentang apa yang saya kerjakan dan apa yang menjadi perhatian saya. Mungkin tidak menjadi perhatian orang atau orang tidak tahu  mengapa itu terjadi. Maka kita coba dalami itu,” terangnya.

Info Ganjar Pranowo Ditulis Dalam "Kisah Masa Kecil Ganjar Pranowo"

9:10 PM
Kisah inspiratif tentang masa kecil Info Ganjar Pranowo ditulis dalam sebuah buku berjudul Anak Negeri: Kisah Masa Kecil Ganjar Pranowo. Buku novel biografi itu diluncurkan di Dukuh Sawit RT 15 RW V Desa Kunti Kecamatan Andong, Kabupaten Boyolali, Senin (29/1/2018).

Diiringi tarian yang ditampilkan oleh para centini gunung dari Komunitas 5 Gunung, hamparan sawah yang luas dan suasana pedesaan yang asri membuat peluncuran buku itu semakin menarik. Warga desa turut hadir menyaksikan dan mendengarkan cerita tentang masa kecil orang nomor satu di Jawa Tengah itu.

Sang penulis, Gatotkoco Suroso mengatakan kisah Info Ganjar Pranowo kecil ini ditulisnya selama kurang lebih dua tahun. “Buku ini saya tulis selama dua tahun. Waktu itu istri masih ngandhut. Sewaktu lahir, saya mau nulis, anak rewel. Jadi agak lama nulisnya. Syukurannya jaraknya juga lama sekali karena mencari waktu yang pas. Kebetulan ketika saya bisa, Pak Ganjar belum bisa,” katanya.

Ia yang juga merupakan penulis buku best seller berjudul “Jokowi Si Tukang Kayu” menjelaskan kehidupan masa kecil Ganjar Pranowo yang ditulisnya merupakan kisah inspiratif bagi para pembacanya. Baik kaum muda hingga dewasa dapat belajar dari kehidupan sehari-hari Ganjar kecil yang tumbuh di tengah keluarga sederhana.

Sang ayah, Parmudji yang berprofesi sebagai polisi mendidik anak kelima dari enam bersaudara itu dengan penuh disiplin. Terlebih, ketika Ganjar mengenyam pendidikan di Yogyakarta, dia semakin dituntut untuk bisa survive di tanah rantau.

“Dengan adanya syukuran ini, mudah-mudahan buku yang saya tulis yang mengisahkan masa kecil Bapak Gubernur bisa menginspirasi generasi muda bahwa walaupun dilahirkan dari keluarga sederhana, yang pas-pasan, dengan kemauan dan kerja keras. Terbukti beliau mampu menjadi sosok seperti ini. Ini adalah inspirasi untuk anak-anak, orang tua, dan semua,” lanjutnya.

Sementara itu, Ganjar Pranowo menerangkan, sebagian besar kehidupan masa kecilnya yang ditulis oleh Gatotkaca adalah kisah nyata. “Ini 90 persen ceritanya sama, 10 persennya bunga-bunga. Mas Gatot izin kepada saya, karena ini novel, maka ada dramatisasi di beberapa titik. Ya wis ora apa-apa,” ujarnya.

Mantan anggota DPR RI itu berpendapat, salah satu kisah berkesan adalah ketika dia harus berjualan bensin untuk membantu memenuhi kebutuhan keluarga. Ganjar muda harus kulakan bensin naik angkutan kota (angkot) karena tidak memiliki kendaraan pribadi.

“Tapi angkotnya nggak mandek ning ngarep pom bensin. Bayangno ngangkat (jerigen) dhewe. Itu memberikan spirit saya. Oh iya dulu itu perjuangannya sungguh luar biasa. Saya ingat waktu itu targetnya minimal bisa dapat duit Rp 35 ribu agar semua anggota keluarga bisa makan,” kenangnya.

Gubernur berharap, tradisi menulis dapat terus dipertahankan. Sehingga generasi penerus dapat membaca kisah-kisah inspiratif melalui warisan pustaka. “Mudah-mudahan tradisi menulis dan legacy dengan buku dapat memberikan cerita tentang banyak hal,” harapnya.

Info Ganjar Pranowo membocorkan, dia tengah mempersiapkan materi untuk buku selanjutnya. Buku berikutnya akan diulas dengan alur cerita yang lebih serius.

“Buku berikutnya mungkin agak lebih serius. Agar ada yang bisa dibaca oleh publik tentang apa yang saya kerjakan dan apa yang menjadi perhatian saya. Mungkin tidak menjadi perhatian orang atau orang tidak tahu  mengapa itu terjadi. Maka kita coba dalami itu,” terangnya.

Inilah Kesibukan Ganjar Pranowo Kunjungi Korban Banjir Demak

7:16 PM

Calon Gubernur Jawa Tengah Berita Ganjar Pranowo mengunjungi para korban banjir di Desa Sayung, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, Kamis (22/2).



Calon gubernur yang berpasangan dengan Cawagub Taj Yasin Maimoen itu harus naik perahu karet saat mengunjungi para korban banjir karena air masih sekitar 60-75 centimeter.

Akibat banjir tersebut, sejumlah fasilitas desa praktis tidak berfungsi, bahkan kegiatan belajar mengajar sebagian siswa Sekolah Dasar Sayung 1 harus dipindahkan ke kantor desa setempat.

Saat berkeliling meninjau korban banjir, Berita Ganjar Pranowo sempat menelepon pimpinan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juwana untuk menyampaikan usulan warga soal pengadaan pompa agar genangan banjir dapat segera surut.

Pompa air yang diusulkan warga sebanyak empat unit dengan harga satu unitnya sebesar Rp450 juta.

“Banjir di sini rutin, tiap tahun, maka pengadaan pompa air itu realistis. Dari BBWS katanya sudah diusulkan, maka tugas saya menguatkan itu, mungkin kalau pompa air bisa saya carikan dana CSR (corporate social responsibility),” katanya.

Selain itu BBWS, kata Ganjar, sebenarnya juga sudah merencanakan normalisasi sungai, namun belum terealisasi hingga sekarang.

Sebelumnya, saat menuju lokasi banjir di Sayung, Kabupaten Demak, Ganjar menghentikan kendaraan yang ditumpanginya ketika melihat warga bergotong royong menutup tanggul sungai yang jebol sehingga air sungai menggenangi Jalan Onggorawe, Demak.

Tanpa mengenakan alas kaki, Ganjar turun dari mobil dan berjalan menuju kerumunan warga yang terlihat sedang melakukan penanganan darurat terhadap tanggul sungai yang jebol.

Setelah Ganjar melihat langsung, diketahui jika kondisi sungai ternyata lebih tinggi dari jalan sehingga ketika air meluap langsung menggenangi jalan yang menjadi akses utama dari Kabupaten Demak menuju Mranggen itu.